Menag Minta Masukan bagi RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Kemenag saat ini tengah menunggu draft RUU, yang merupakan inisiatif DPR tersebut.

Menag Minta Masukan bagi RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
zulkarnain/hidayatullah.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Islam mengusung tema "Wajah baru Pendidikan Islam Inovatif dan Kompetitif" di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (14/03/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masukan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) terkait Rancangan Undang – Undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Hal ini disampaikan Menag saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV IGRA, di Batam, Kepulauan Riau

“Saya harap dari Munas IV IGRA ini ada masukan dan rekomendasi yang akan diajukan ke Komisi VIII DPR RI untuk melengkapi draf RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan,” kata Menag, Senin (29/10/2018) lansir Kementerian Agama.

Menurut Menag, Kemenag saat ini tengah menunggu draft RUU, yang merupakan inisiatif DPR tersebut. Sambil menunggu proses penyerahan draft RUU dari DPR ke Pemerintah, Menag mengaku pihaknya mulai menghimpun dan mencatat aspirasi dan masukan dari stakeholder yang ada.

IGRA sebagai salah satu stakeholder diharapkan Menag untuk turut menyumbangkan pemikiran untuk melengkapi RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Dengan begitu, kata Menag, apa yang menjadi aspirasi para guru bisa terakomodasi dalam Undang-Undang. “Usulan rumusan jangan terlalu lama, minimal satu bulan,” pesan Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengingatkan peran Raudhatul Athfal (RA) dalam pendidikan. Ia menuturkan bahwa RA mempunyai posisi terpenting dalam membangun karakter anak.

Maka menurut Menag, Guru RA menduduki posisi strategis karena mendidik anak usia dini.

“Sebuah usia yang begitu berharga. Karena pada usia-usia awal ini lah sesungguhnya pembentukan karakter dilakukan,” tutur Menag.

Dalam proses pembentukan karakter tersebut, Menag berharap guru-guru RA dapat memasukkan nilai-nilai kebajikan kepada peserta didik. Tidak hanya nilai kebajikan yang hanya bersandar pada tradisi, budaya, dan adat istiadat. Namun juga nilai-nilai kebajikan yang bersumber dari ajaran agama.

Menag berharap siswa-siswa RA dapat memahami makna agama sesungguhnya. Dimana agama hadir agar harkat dan martabat kemanusiaan terawat baik. Maka, Menag pun berpesan agar mengajarkan agama dengan rasa cinta.

“Tanamkan rasa cinta kepada para penerus bangsa ini. Seperti yang Rasulullah ajarkan untuk tidak mengecilkan siapapun, karena cinta,” tandasnya.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !