Sabtu, 22 Januari 2022 / 18 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Para Pimpinan Ormas Islam Menyesalkan Pembakaran Bendera di Garut

ist.
Wapres JK membacakan pernyataan para pimpinan ormas Islam di kediaman Wapres, Jakarta, Jumat (26/10/2018), soal pembakaran 'bendera tauhid' di Garut, Jawa Barat, oleh oknum Banser.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Para pimpinan ormas Islam menyampaikan pernyataan sikapnya terhadap kasus pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Para pimpinan ormas Islam antara lain menyesalkan terjadinya pembakaran bendera oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebut.

“Para pimpinan ormas Islam yang hadir menyesalkan terjadinya pembakaran bendera di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla membacakan pernyataan tersebut selepas melakukan pertemuan dengan para pimpinan ormas Islam di rumah dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, semalam, Jumat, 26 Oktober 2018.

Ia menyatakan, para pimpinan ormas Islam mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dalam mengatasi berbagai masalah bangsa selalu diselesaikan dengan musyawarah dan saling pengertian, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan kearifan dan nilai luhur bangsa.

Selain menyesalkan kejadian itu, para pimpinan ormas Islam yang hadir sepakat untuk menjaga suasana kedamaian serta berupaya meredam situasi agar tidak terus berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

Kemudian, katanya,dalam upaya menyelesaikan dan mengakhiri masalah ini, oknum yang membakar dan membawa bendera telah menyampaikam permohonan maaf. Pimpinan GP Anshor dan Nahdlatul Ulama menyesalkan peristiwa tersebut, dan telah memberikan sanksi atas perbuatan yang melampaui prosedur yang telah ditetapkan dan berharap tidak terulang kembali.

Para pimpinan ormas Islam kemudian menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan, menolak segala bentuk upaya adu domba, dan pecah belah. Mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri agar tidak lagi memperbesar masalah. Khususnya kepada segenap umat Islam marilah kita bersama-sama mengedepankan dakwah Islam yang bil hikmah wal mauidzatil hasanah.

Kemudian, katanya, apabila terdapat pelanggaran hukum di dalam peristiwa ini, diserahkan kepada Polri untuk menyelesaikan berdasarkan hukum yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan usai para pimpinan ormas bertemu JK selama sekitar tiga jam.

Hadir dalam pertemuan dengan Wapres tersebut antara Ketua Umum (non-aktif) MUI KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Investasi Industri Miras

Dukung RUU Minuman Beralkohol, Fahira: Banyak Negara Paling Liberal-Sekuler pun Punya Aturan Khusus Minol

Pergub Anies soal Izin Usaha Pariwisata Dinilai Patut Diadopsi

Pergub Anies soal Izin Usaha Pariwisata Dinilai Patut Diadopsi

Diduga Tak Fair, Muhammadiyah Minta Kemendikbud Tinjau Ulang Program Organisasi Penggerak

Diduga Tak Fair, Muhammadiyah Minta Kemendikbud Tinjau Ulang Program Organisasi Penggerak

MUI Sampaikan Surat ke Grand Al Azhar terkait Rencana Syeikh Amru jadi Saksi Ahok

MUI Sampaikan Surat ke Grand Al Azhar terkait Rencana Syeikh Amru jadi Saksi Ahok

Sekolah Tatap Muka

Hardiknas, Mendikbud Akui Keterbatasan & Permasalahan Pendidikan

Baca Juga

Berita Lainnya