Pengadilan Tolak Banding Meiliana, Hukuman Tetap 1,6 Tahun Bui

Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama, kemudian Meiliana dipidana 1,5 tahun (1 tahun 6 bulan penjara).

Pengadilan Tolak Banding Meiliana, Hukuman Tetap 1,6 Tahun Bui
Irsan M_ANTARA
Terdakwa kasus penistaan agama, Meiliana, mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan, di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/08/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Pengadilan Tinggi (PT) Medan menolak banding yang diajukan terdakwa Meiliana, dan menguatkan hukuman kasus penodaan Agama di Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara.

Humas PT Medan Adi Sutrisno, Kamis (25/10/2018), mengatakan Majelis Hakim diketuai Daliun Sailan, dan dua anggota Ahmad Adrianda Patria, serta Prasetyo Ibnu Asmara tetap menghukum Meiliana 1 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman tersebut, menurut dia, sama dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Majelis hakim tingkat banding sependapat dengan apa yang telah diputuskan oleh Majelis Hakim tingkat pertama,” ujar Sutrisno lansir Antara Sumut.

Baca: Ini Omongan Meiliana Versi MUI Sumut

Ia menyebutkan, Majelis Hakim PT Medan sependapat dengan pertimbangan-pertimbangan hukum yang digunakan Majelis Hakim PN Medan dan juga amar putusan.

“Jadi, intinya adalah majelis hakim menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama, yakni PN Medan,” ucap dia.

Sutrisno mengatakan, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama, kemudian Meiliana dipidana 1,5 tahun (1 tahun 6 bulan penjara).

Penasihat Hukum Meiliana, Josua Rumahorbo, mengatakan pihaknya saat ini masih harus perlu berkoordinasi dengan Meiliana untuk memutuskan menempuh upaya kasasi atau tidak.

Sebelumnya, Majelis Hakim PN Medan diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo menyatakan, terdakwa Meiliana telah melakukan tindak pidana yang diatur dan diancam dengan Pasal 156A KUH Pidana.

Baca: Ketua MUI Tegaskan Kasus Meiliana Penistaan Agama

Meiliana dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.Meiliana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan.

Melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatua agama yang dianut di Indonesia.

Kasus perkara Meiliana diajukan ke Pengadilan, menyusul kerusuhan SARA di Kota Tanjung Balai dua tahun lalu.

Meiliana didakwa telah melakukan penodaan agama, sehingga memicu kejadian tersebut.

Baca: Pemberitaan Vonis Meiliana dan Penistaan Agama

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !