Kamis, 27 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Babe Haikal Menceritakan Pertemuan dengan 3 Pria terkait Pembakaran Bendera

ISTIMEWA
Babe Haikal saat menemui 3 pria terkait pembakaran bendera yang ada tulisan “Laa Ilaha Illallah” di di Polres Garut
Bagikan:

Hidayatullah.com–Penasehat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Haikal Hassan mengaku telah menemui tiga pelaku dari anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) yang membakar bendera tauhid di Polres Garut.

Hal ini Haikal sampaikan dalam acara talk show bertajuk “Liberalisme, Kebencian dan Politik Adu Domba, Dibalik Pembakaran Bendera Tauhid” di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, (25/10/2018).

Menurut Haikal, ketiga pelaku yang masih berstatus sebagai saksi itu sudah menyesali perbuatannya. Ketiga pelaku mengaku melakukan pembakaran bendera berdasarkan instruksi dari atasan mereka.

“Karena pimpinan kami menyuruh tidak ada bendera selain bendera Merah Putih,” ujar Haikal menceritakan jawaban salah satu pelaku pembakaran.

Baca: Polda: 3 Orang Terkait Pembakaran Bendera Masih di Polres Garut

Haikal kemudian meyakini bahwa pelaku tahu kalau bendera yang dibakar adalah bukan bendera HTI. Hal ini disampaikan pelaku pembakaran ketika Haikal menanyakan perihal bendera HTI.

“Mestinya kamu gunting dulu bendera HTI nya. Baru kamu bakar yang itu, yang lain kamu lipat. (Kemudian pelaku menjawab) Enggak ustadz, gak ada bendera HTI,” tambah pria yang akrap disapa Babe Haikal menceritakan jawaban para pelaku pembakaran.

Karena itu Haikal meyakini tidak ada bendera HTI dalam kejadian pembakaran di rangkaian acara Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 di alun-alun Blubur, Limbangan, Garut.

“Itulah yang terjadi. Tidak ada bendera HTI. Yang dibakar adalah bendera ada kalimat tauhid,” tegas Haikal yang disiarkan Live Streaming di Youtube @AQL Islamic Center.

Baca: Muhammadiyah Minta Pemerintah dan Polisi Adil, Objektif, Bijaksana

Karena itulah membuat Haikal curiga ada agenda tersembunyi di balik ini. Ia menyebut ini polarasi yang sengaja diciptakan agar terjadi konflik dan berujung chaos.

Sedangkan dalam satu agenda yang sama. Acara yang dibawakan oleh Erick Yusuf ini, Bachtiar Nasir berpesan untuk menyikapi tragedi pembakara bendera tauhid dengan bijak. Jangan sampai kasus ini membuat bangsa ini terpecah.

Da’i yang sering disapa UBN mengingatkan pentingnya ghirah untuk melaksanakan nahi munkar, tapi waspada jangan sampai perpecahan terjadi.

“Tanda-tanda Allah mengazab suatu bangsa kalau diantara mereke sudah bermusuhan, saling membenci dan saling menyalahkan,” demikian pesan Bachtiar Nasir.*/Rofi Munawar

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

pesantren perguruan tinggi

Mengaku Siap Kawal Pengembangan Pesantren Perguruan Tinggi, Menag: Catat Komitmen Saya Ini

Awang Faroek Minta Munas IV Hidayatullah Tak Terpaku Pemilihan Pengurus, tapi  Program

Awang Faroek Minta Munas IV Hidayatullah Tak Terpaku Pemilihan Pengurus, tapi Program

jokowi vaksin

Presiden Jokowi Targetkan Akhir Tahun Ini Sudah Amankan 370 Juta Vaksin Covid-19

KH Ma’ruf Amin: MUI Menyesalkan Tindakan Sewenang-wenang China

KH Ma’ruf Amin: MUI Menyesalkan Tindakan Sewenang-wenang China

pancasila al-quran

Wapres Minta Semua Pihak Tak Pertentangkan antara Pancasila dan Al-Quran

Baca Juga

Berita Lainnya