Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Prihatin Kasus Kematian Khashoggi

KBRN
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemerintah Republik Indonesia menyatakan keprihatinannya terhadap kasus kematian jurnalis asal Arab Saudi Jamal Ahmad Khashoggi yang tewas di gedung Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki awal bulan ini.

Pemerintah RI pun meminta agar investigasi terhadap kasus tersebut dilakukan secara transparan dan seksama.

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, selepas menemani Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

Baca: DPR: Berkaca Pembunuhan Khashoggi, Kebebasan Pers Harus Dilindungi

“Dalam kesempatan terpisah, Presiden juga menyampaikan mengenai kasus yang menimpa Jamal Khashoggi. Jadi Presiden menyampaikan keprihatinan terhadap kasus tersebut dan Indonesia mengharapkan investigasi yang sedang dilakukan dapat dilakukan dengan transparan dan seksama,” tandasnya dalam keterangannya kepada media kutip laman resmi kepresidenan.

Menurut Retno, kedatangan Menlu Arab Saudi telah lama direncanakan dalam rangka Pertemuan Komisi Bersama, yang merupakan tindak lanjut kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017.

“Dalam pertemuan tadi, Presiden memberikan arahan mengenai pentingnya tiga hal dalam hubungan bilateral”, ujar Retno di Istana Kepresidenan Bogor.

Pertama, Indonesia mengajak Arab Saudi untuk terus mensyiarkan perdamaian, toleransi, dan penyelesaian konflik secara damai.

Baca: Penyelidikan Turki, Jurnalis Saudi Terbunuh di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul

Kedua, mengenai pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk dengan negara-negara Muslim. Presiden RI menyampaikan bahwa potensi negara Muslim sangat besar namun belum digunakan secara optimal. Dorongan ini juga dilakukan Indonesia dalam konteks Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Sebenarnya kalau kita bicara mengenai masalah potensi maka potensi negara-negara Muslim itu besar sekali dan potensi ini belum digunakan secara optimal,” ucapnya.

Adapun yang ketiga, Presiden RI juga menitipkan persoalan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi.

“Banyak sekali warga negara kita yang tinggal dan bekerja di Saudi Arabia. Oleh karena itu, Presiden kembali menitipkan perlindungan warga negara Indonesia kepada Saudi Arabia melalui Menteri Luar Negeri,” tuturnya.

Baca: Raja dan Putera Mahkota Saudi Belasungkawa pada Putra Khashoggi

Sebelumnya, Arab Saudi mengakui jurnalis Jamal Khashoggi tewas di dalam konsulatnya di Kota Istanbul Turki, dalam perkelahian tetapi tidak menyebutkan di mana tubuhnya kini berada.

Hasil awal penyelidikan menunjukkan wartawan yang berdomisisi di AS itu meninggal setelah perkelahian terjadi di dalam gedung tak lama setelah dia masuk, kata Kantor Berita Sausi, SPA hari Sabtu .

Jaksa Agung Saudi Syeikh Saud al-Mojeb mengatakan Khashoggi meninggal setelah “diskusi” di konsulat yang berubah menjadi pertikaian, 2 Oktober 2018.*

Baca: Saudi: Jamal Khashoggi Terbunuh di Konsulat Istanbul setelah “Pertikaian”

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Muslimat NU Ingin Sebarkan Islam Cinta Damai

Muslimat NU Ingin Sebarkan Islam Cinta Damai

MUI Masih Tunggu Penyelidikan Pemerintah Soal WorldHelp

MUI Masih Tunggu Penyelidikan Pemerintah Soal WorldHelp

Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Raih ISO 9001:2008

Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Raih ISO 9001:2008

Din Syamsuddin Minta tak bawa kepentingan partai ke Muhammadiyah

Din Syamsuddin Minta tak bawa kepentingan partai ke Muhammadiyah

Pemuka Masyarakat Kalbar Ajak Hindari SMS Adu-Domba

Pemuka Masyarakat Kalbar Ajak Hindari SMS Adu-Domba

Baca Juga

Berita Lainnya