Muslim United

Jika Sikap Adil Hilang di Antara umat Islam, Persatuan akan Rapuh

“Saya ingin Muslim United ini bukan hanya menginspirasi umat Islam. Tapi juga menginspirasi umat non Islam," ujar KH Fathurrahman

Jika Sikap Adil Hilang di Antara umat Islam, Persatuan akan Rapuh
IG @MuslimUnited
Dai dai muda yang tampi di acara Muslim United di Masjid Gedhe Kauman, Yogjakarta

Terkait

Hidayatullah.com–Tantangan kebersatuan umat Islam harus menjadi prioritas. Begitu menurut Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Fathurrahman Kamal dalam satu sesi bertema “Muhasabah Persatuan Ummat” di acara Muslim United, Rabu (17/10/18) di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Budi Mulia yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, permasalahan utama yang mesti diperbaiki adalah menumbuhkan sikap adil dan proporsional dalam bersikap, khususnya dalam interaksi internal umat Islam.

“Terjadi satu gejala yang perlu kita renungkan, diantaranya kita mulai kehilangan semangat keadilan dan proporsional bersikap. Dalam kontek perbedaan di dalam internal umat Islam,” ujar Fathurrahman Kamal.

Baca:   Oemar Mita: Ulurkan Tanganmu, Mari Tegakkan Agama Allah

Ketika sikap adil itu hilang di antara umat Islam. Maka persatuan akan rapuh, saling menerima dan berlapang dada jadi sirna. Padahal sebagaiman diajarkan para ulama terdahulu bahwa tidak ada kemuliaan bagi individu-individu umat islam selain sikap adilnya.

“Kita akhir-akhir ini kehilangan stamina untuk memafkan kelemahan saudara kita, hatta dalam persoalan salah sekalipun. Betapa sulitnya kata maaf yang keluar dari generasi milinial untuk memaafkan saudaranya.”

Apabila itu terjadi, menurut Fathurrahman Kamal kita akan menghadapi sesuatu yang buruk. Kita memberikan ruang  kesempatan bagi musuh-musuh Islam. Karena hanya celah ini yang bisa digunakan orang-orang yang tidak senang atas berjayanya umat Islam dan republik ini.

Selain itu, Fathurrahman Kamal juga menghimbau bahwa kebersatuan harus memiliki pondasi utama. Yaitu kebersatuan harus murni karena  tuntunan nila-nilai Islam. Bukan karena hal-hal lainnya.

“Apa yang disebutkan menyatukan umat Islam disini. Sifatnya adalah autentik, bukan kemunafikan dan bukan euforia milenial. Tapi betul-betul kita berhadapan dengan saudara kita untuk mengatakan seiya sekata. Sama-sama menderita, sama-sama bahagia. Orang lain sakit, kita juga merasakan sakit, “ jelas Fathurrahman.

Baca: Muhammadiyah: “Jangan Jadikan Stigma Wahabi sebagai Komuditas Politik

Fathurrahman Kamal juga menegaskan bahwa prioritas membangun perbaikan, khusunya kebersatuan umat Islam adalah hal yang utama.

“Tidak ada pilihan selain bagi umat Islam selain memperbaiki struktur kebersatuan umat. “

Terakhir, alumnus Universitas Islam Madinah ini benar-benar mengapresiasi hadirnya acara Muslim United. Dengan semangat persatuan kemudian dihadiri dari berbagai lapisan. Fathurrahman Kamal dalam penutupnya berpesan.

“Saya ingin Muslim United ini bukan hanya menginspirasi umat Islam. Tapi juga menginspirasi umat non Islam. Kita harus menjadi saksi sejarah bahwa kita diutus untuk menebarkan rahmat bagi siapa saja, bagi bangsa dan negeri ini. Sampai akhirnya negeri kita menjadi baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” tutupnya.*/Rofi Munawar

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !