Pemerintah Bantah Ada Pengusiran Relawan BPBD oleh Bappeda Palu

"Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi."

Pemerintah Bantah Ada Pengusiran Relawan BPBD oleh Bappeda Palu
youtube
Cuplikan video viral yang disebut-sebut pengusiran terhadap relawan BPBD se-Indonesia oleh Bappeda di Kota Palu, Sulteng, Oktober 2018.

Terkait

Hidayatullah.com– Di media sosial viral video dan berita mengenai pengusiran tenda-tenda relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia di halaman Kantor Bappeda Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Berita yang beredar bahwa Kepala Bappeda mengusir relawan-relawan BPBD agar pindah ke tempat lain. Beberapa alasan dalam berita tersebut adanya kehilangan laptop di kantor Bappeda.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah adanya pengusiran BPBD se-Indonesia tersebut.

“Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel ASN (Aparatur Sipil Negara),” ujar  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada hidayatullah.com, Rabu (10/10/2018).

Baca: Korban Gempa-Tsunami Bertambah Jadi 2.010 Orang Meninggal

Menurutnya, beberapa relawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah. Di bagian belakang kantor Bappeda adalah relawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan dan mereka mendirikan dapur umum.

Sedangkan relawan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Bolsel, dan BPBD Bitung berada di halaman depan Kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lainnya. Mereka mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana sejak Senin (01/10/2018), H+3 pasca gempa-tsunami Palu, Jumat (28/09/2018).

Kata Sutopo, menurut informasi dari BPBD Sulteng terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Pascagempa memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu. Khususnya hingga H+2 (30/09/2018) kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal.

Baca: Pesantren Hidayatullah Samarinda Siapkan Beasiswa untuk 100 Anak Korban Gempa Sulteng

“Justru adanya kehadiran relawan sejak H+3 (01/10/2018) dengan mendirikan tenda-tenda relawan BPBD dan lainnya ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal. Pascagempa kondisi kantor kosong karena pegawainya tidak masuk kantor,” ujar Sutopo.

Terkait dengan kehilangan barang tersebut, Kepala Bappeda katanya sudah melapor ke Gubernur Sulteng dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Maka diambil keputusan untuk mengosongkan halaman-halaman Kantor Bappeda. Selanjutnya BPBD Sulteng sudah mengajak relawan-relawan dari BPBD Sulut dan Bolsel untuk bergeser ke halaman kantor BPBD Provinsi Sulteng.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola kata Sutopo juga mengatakan tidak ada istilah diusir. Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak Senin (08/10/2018).

Baca: Kisah Heroik Ibu Selamat Diterjang Tsunami Palu

Katanya Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi karena dampak gempa belum dibersihkan dan lainnya. Selain itu sejak ASN aktif, maka semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan.

Perintah Gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan Kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda.

Gubernur Sulteng mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan, dan peran aktif relawan BPBD se-Indonesia yang memang hadir ke Palu dan daerah terdampak bencana membantu korban bencana.

Baca: Saya Benar-benar Dibuat Terpesona oleh Para Relawan

“Rasa panggilan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Sulteng yang tertimpa bencana benar-benar diperlukan oleh masyarakat. Gubernur Sulteng dan masyarakat Sulteng mengucapkan terima kasih kepada relawan dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sulteng.”

“Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat, dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” pungkas Sutopo.*

Baca: Pimpin Relawan, Bupati Enrekang: Mari Rawat Anak-anak Yatim Korban Gempa Palu

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !