Rabu, 26 Januari 2022 / 22 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

H+7, SAR Hidayatullah Temukan 53 Mayat, Mayoritas Tak Teridentifikasi

hidayatullah
Tim SAR Gabungan termasuk Basarnas dan Hidayatullah melakukan evakuasi korban bencana di Perumnas Balaroa, Palu, Sulteng, Kamis (04/10/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pada hari ketujuh pasca gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Tim Search And Rescue (SAR) Hidayatullah menemukan 53 mayat di berbagai titik evakuasi, Kamis (04/10/2018).

Sebagian besar mayat tersebut sudah tidak teridentifikasi lagi.

Dalam aksi kemarin, SAR Hidayatullah menerjunkan sebanyak 21 orang yang dikomandoi oleh Murdianto. Ada lima titik sasaran evakuasi, yaitu; di Hotel Roa-Roa. Di sini ditemukan 8 jenazah, tidak teridentifikasi.

Baca: H+6 Pasca Tsunami, Tim SAR Hidayatullah Teruskan Mencari Korban di Pesisir Pantai Palu

Kemudian di Tondo ditemukan 1 jenazah, lalu di Perumnas Balaroa ditemukan 13 jenazah semua tidak teridentifikasi, di Mamboro 1 jenazah, dan di Petobo sebanyak 30 jenazah.

“(Di Petobo) tidak teridentifikasi,” ujar Dankorlap Tim Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah Peduli Palu, Ahmad Hamim, kepada hidayatullah.com semalam dalam laporannya.

Selain melakukan evakuasi korban bencana, TASK Hidayatullah juga melakukan pendistribusian bantuan ke berbagai titik pengungsian di Palu bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

Baca: Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami

Pendistribusian dikoordinatori oleh Hanif, dilakukan di Kawatuna RT 3 RW 2, Matikulura, Palu.

“Barang yang didistribusikan: mi instan 5 dus, roti 4 dus, pakaian layak pakai 2 karung,” jelas Hamim.

Di sini terdapat 97 kepala keluarga (KK) pengungsi yang menerima bantuan.

Masih di Kawatuna tapi di RT 2 RW 3, TASK Hidayatullah juga melakukan pembagian 250 nasi bungkus.

Selain itu, TASK Hidayatullah juga melakukan assessment di Desa Toaya Cinta, Sindue, Kabupaten Donggala yang juga terdampak bencana. Di sini terdapat 512 KK pengungsi, dengan total 2.241 jiwa. Terdiri dari 1.150 wanita, 1.091 laki-laki, 192 balita, 600 anak-anak, dan 110 lansia.

Baca: Luka Korban Kian Parah, Tim Medis Belum Juga Tiba

Hamim melaporkan masih banyak kebutuhan darurat baik untuk para relawan maupun para pengungsi. Antara lain BBM seperti bensin dan solar, air mineral, terpal, alat pelindung diri (APD) untuk evakuasi (sarung tangan karet, masker respirator/masker safetyhed lamp, alkohol), obat-obatan dan tim medis, sayuran, dan kantong sampah plastik.

Per tanggal 4 Oktober kemarin dilaporkan bahwa para relawan tersebut sudah kehabisan berbagai kebutuhan seperti bensin, solar, air minum, dan masker.*

Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Muslimah Hidayatullah dan BMH Gelar Pemulihan Trauma di Pengungsian Masamba

Muslimah Hidayatullah dan BMH Gelar Pemulihan Trauma di Pengungsian Masamba

Sepekan Usai Istisqa’, Hujan Mengguyur Depok

Sepekan Usai Istisqa’, Hujan Mengguyur Depok

Gus Sholah: “SKB Harus Tetap Ada”

Gus Sholah: “SKB Harus Tetap Ada”

KPAI: Peran Ibu Tak Tergantikan Teknologi

KPAI: Peran Ibu Tak Tergantikan Teknologi

RUU KAMNAS Dinilai Bukti Kegagalan Pemerintah Jamin Keamanan Masyarakat

RUU KAMNAS Dinilai Bukti Kegagalan Pemerintah Jamin Keamanan Masyarakat

Baca Juga

Berita Lainnya