Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Korban Meninggal di Sulteng Jadi 832 Orang, Diperkirakan Bertambah

ahmad/hidayatullah.com
Warga menyaksikan bekas terjadinya tsunami dan gempa pada kawasan sekitar Tambak Garam Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/09/2018),
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hingga Ahad (30/09/2018) siang, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09/2018), tercatat sebanyak 832 orang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (30/09/2018) sebagaimana dilaporkan kembali BNPB lewat saluran resminya.

“Jumlah korban jiwa per 30 September 2018 pukul 13.00 WIB, 832 orang meninggal dunia,” demikian BNPB.

Baca: Korban Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan, Penjarahan Dimana-mana

Dari jumlah itu, sebagian besar korban dari data di Palu yaitu sebanyak 821 orang. Sedangkan dari Kabupaten Donggala tercatat sebanyak 11 orang korban meninggal dunia.

 

Sedangkan korban luka berat tercatat sebanyak 540 orang dirawat di rumah sakit.

Untuk jumlah pengungsi menurut BNPB sebanyak 16.732 orang yang tersebar di 24 titik.

Baca: Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mengungsi ke Gunung

Disebutkan bahwa korban meninggal dunia disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan akibat tsunami.

Korban meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition, dan sidik jari. “Data korban di DVI Polda Sulteng,” jelasnya.

Menurut BNPB hari ini korban mulai dimakamkan secara massal untuk menghindari timbulnya penyakit.

Baca: Di Palu 384 Orang Meninggal, BNPB Belum Dapat Data Donggala

Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi, korban diduga masih tertimbun bangunan runtuh, dan daerahnya belum terjangkau oleh Tim SAR.

Pantauan langsung koresponden hidayatullah.com di Palu, kondisi masih darurat. Listrik mati total. Kerusakan terparah pada gedung-gedung bertingkat. Sedangkan evakuasi korban masih sulit dilakukan di tengah segala keterbatasan.

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola telah menetapkan masa tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) selama 14 hari, berlaku sejak tanggal kejadian hingga tanggal 11 Oktober 2018.*

Baca: Gubernur Sulteng Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

UZMA Dipanggil Polisi, Keluarga Anggap Ustadz Zulkifli Sedang Rihlah

UZMA Dipanggil Polisi, Keluarga Anggap Ustadz Zulkifli Sedang Rihlah

LIPI: Pembangunan Tanpa Penyelesaian Kasus HAM Berkorelasi Negatif

LIPI: Pembangunan Tanpa Penyelesaian Kasus HAM Berkorelasi Negatif

Asma Dewi Dituntut 2 Tahun Penjara Dinilai Ngawur

Asma Dewi Dituntut 2 Tahun Penjara Dinilai Ngawur

Berafiliasi Dengan Israel, Komat: GIDI Layak Dibubarkan Karena Mengancam NKRI

Berafiliasi Dengan Israel, Komat: GIDI Layak Dibubarkan Karena Mengancam NKRI

Belum Tunjukkan Kerja Nyata, Pemerintahan Joko Widodo Korbankan Rakyat

Belum Tunjukkan Kerja Nyata, Pemerintahan Joko Widodo Korbankan Rakyat

Baca Juga

Berita Lainnya