Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gubernur Sulteng Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

ahmad/hidayatullah.com
Salah satu titik kerusakan di Kota Palu, Sulteng, Sabtu (29/09/2018), pasca gempa bumi disusul tsunami pada Jumat (28/09/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola telah menetapkan masa tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) selama 14 hari, berlaku sejak tanggal kejadian hingga tanggal 11 Oktober 2018.

Gubernur Sulteng menunjuk Komandan Komando Resort Militer (Korem) 132/Tadulako sebagai Komandan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulteng.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (30/09/2018) menyampaikan hal tersebut.

Baca: Korban Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan, Penjarahan Dimana-mana

Sementara itu pantauan langsung koresponden hidayatullah.com di Palu, Ahad (30/09/2018), kondisi di Palu masih darurat. Listrik mati total. Kerusakan terparah pada gedung-gedung bertingkat. Sedangkan evakuasi korban masih sulit dilakukan di tengah segala keterbatasan.

Gempa dan tsunami selain mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, juga menimbulkan dampak sosial. Sebagian warga korban bencana alam itu terpaksa melakukan penjarahan di berbagai toko dan supermarket di ibu kota Sulteng tersebut.

Baca: Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mengungsi ke Gunung

Terjadi penjarahan di swalayan-swalayan serta SPBU.

Berdasarkan pantauan mulai pagi tadi sekitar pukul 08.00 WITA, di antara yang menjadi sasaran penjarahan adalah minimarket. Penjarahan terjadi di seluruh kota Palu.

Ada laporan bahwa penjarahan juga terjadi di toko-toko di bandara meskipun belum dikonfirmasi kebenarannya.

Baca: Di Palu 384 Orang Meninggal, BNPB Belum Dapat Data Donggala

Alasan warga melakukan penjarahan karena kelaparan sementara stok makanan masing-masing sudah tidak ada.

“Lapar, (tapi) tidak ada yang mau dimakan,” demikian ujar mereka ketika ditanya oleh siapa saja soal alasan melakukan penjarahan tersebut.

BNPB menyebut bahwa daerah terdampak bencana gempa dan tsunami tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Baca: Tsunami Donggala-Palu, Santri Hidayatullah Limboto Turun Galang Dana

“Hingga saat ini baru Kota Palu yang dapat diperoleh data dampak dan penanganan bencana. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan kerena listrik padam dan komunikasi terputus,” demikian BNPB dalam konferensi pers yang dihadiri ratusan wartawan nasional dan internasional sebagaimana dilaporkan kembali di akun media sosial resmi BNPB, Ahad.* SKR/Ahmad

Baca: Raja Muda Perlis Bantu Korban Gempa-Tsunami Sulteng

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Jika Hukuman atas Ahok Tak Adil, Umat Dinilai Mudah Bangkit Melakukan Protes

Jika Hukuman atas Ahok Tak Adil, Umat Dinilai Mudah Bangkit Melakukan Protes

KPI Peringatkan Extravaganza Trans TV

KPI Peringatkan Extravaganza Trans TV

HRS: 2019 Kalahkan Petahana Seperti Pilkada DKI

HRS: 2019 Kalahkan Petahana Seperti Pilkada DKI

Muhammadiyah: Siyono Ditangkap Sehat Dipulangkan Jadi Mayat

Muhammadiyah: Siyono Ditangkap Sehat Dipulangkan Jadi Mayat

YLKI: Tak Perlu Berlebihan Pakai Masker, Produsen Jangan Eksploitasi Masyarakat

YLKI: Tak Perlu Berlebihan Pakai Masker, Produsen Jangan Eksploitasi Masyarakat

Baca Juga

Berita Lainnya