Tsunami Sulteng

Gubernur Sulteng Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Daerah terdampak bencana tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Gubernur Sulteng Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
ahmad/hidayatullah.com
Salah satu titik kerusakan di Kota Palu, Sulteng, Sabtu (29/09/2018), pasca gempa bumi disusul tsunami pada Jumat (28/09/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola telah menetapkan masa tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) selama 14 hari, berlaku sejak tanggal kejadian hingga tanggal 11 Oktober 2018.

Gubernur Sulteng menunjuk Komandan Komando Resort Militer (Korem) 132/Tadulako sebagai Komandan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulteng.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (30/09/2018) menyampaikan hal tersebut.

Baca: Korban Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan, Penjarahan Dimana-mana

Sementara itu pantauan langsung koresponden hidayatullah.com di Palu, Ahad (30/09/2018), kondisi di Palu masih darurat. Listrik mati total. Kerusakan terparah pada gedung-gedung bertingkat. Sedangkan evakuasi korban masih sulit dilakukan di tengah segala keterbatasan.

Gempa dan tsunami selain mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, juga menimbulkan dampak sosial. Sebagian warga korban bencana alam itu terpaksa melakukan penjarahan di berbagai toko dan supermarket di ibu kota Sulteng tersebut.

Baca: Gempa dan Tsunami Palu, Warga Mengungsi ke Gunung

Terjadi penjarahan di swalayan-swalayan serta SPBU.

Berdasarkan pantauan mulai pagi tadi sekitar pukul 08.00 WITA, di antara yang menjadi sasaran penjarahan adalah minimarket. Penjarahan terjadi di seluruh kota Palu.

Ada laporan bahwa penjarahan juga terjadi di toko-toko di bandara meskipun belum dikonfirmasi kebenarannya.

Baca: Di Palu 384 Orang Meninggal, BNPB Belum Dapat Data Donggala

Alasan warga melakukan penjarahan karena kelaparan sementara stok makanan masing-masing sudah tidak ada.

“Lapar, (tapi) tidak ada yang mau dimakan,” demikian ujar mereka ketika ditanya oleh siapa saja soal alasan melakukan penjarahan tersebut.

BNPB menyebut bahwa daerah terdampak bencana gempa dan tsunami tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Baca: Tsunami Donggala-Palu, Santri Hidayatullah Limboto Turun Galang Dana

“Hingga saat ini baru Kota Palu yang dapat diperoleh data dampak dan penanganan bencana. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan kerena listrik padam dan komunikasi terputus,” demikian BNPB dalam konferensi pers yang dihadiri ratusan wartawan nasional dan internasional sebagaimana dilaporkan kembali di akun media sosial resmi BNPB, Ahad.* SKR/Ahmad

Baca: Raja Muda Perlis Bantu Korban Gempa-Tsunami Sulteng

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !