Sabtu, 23 Oktober 2021 / 17 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Polisi Diminta Usut Tuntas Penyertaan Kalimat Tauhid Video Pengeroyokan Haringga

[Ilustrasi] Logo Polri.
Bagikan:
Hidayatullah.com– Pasca beredarnya video yang diiringi kalimat tauhid saat pengeroyokan suporter Persiija, Haringga Sirilla, oleh oknum supporter klub sepakbola Persib ‘Bobotoh’, Anggota Komisi V DPR RI, Nurhasan Zaidi, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas pihak yang bermain dengan nilai-nilai kesucian agama.

“Saya pikir polisi juga harus mengejar dengan tuntas siapa yang telah memanfaatkan kondisi ini,” ujar Nurhasan saat menjadi salah satu pembicara pada diskusi Dialektika Demokrasi dengan mengangkat tema ‘Duka Sepakbola Salah Siapa?’, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/09/2018).

Baca: Puisi Sukmawati, Teori Keadilan dan Penodaan Agama

Nurhasan mengatakan perekayasaan kalimat Tauhid dalam video tersebut merupakan kedzaliman yang luar biasa.

“Isu murahan yang berusaha memperkeruh kondisi bangsa seperti ini, biasanya dilakukan oleh kalangan menengah terdidik,” tambahnya.

Olahraga sepakbola yang juga merupakan sebuah hiburan bagi masyarakat ini, seharusnya melahirkan sikap sportifitas. Namun fanatisme yang tumbuh terhadap sebuah klub sepakbola pada generasi muda, sangat penting untuk diarahkan.

“Kita sebagai orangtua sekali-kali, mendampingi. Agar kita bisa mengedukasi langsung kepada anak-anak kita,” imbuh mantan anggota Komisi X DPR RI itu lansir Parlementaria.

Baca: Polri: Tidak Masalah Pakai Atribut Tauhid

Mengenai masukan dari banyak pihak, seperti pengelolaan suporter yang disuarakan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang akan membuat badan khusus tentang pengelolaan supporter, juga patut diperhitungkan. Karena sepakbola saat ini sudah menjadi industri besar.

Mengurus 250 juta penduduk ini tidak mudah, butuh sinergitas seluruh Kementerian dan Lembaga, stakeholderserta masyarakat. Menurut politisi dapil Jawa Barat itu, regulasi kebijakan seperti manajemen pengelolaan suporter di setiap klub-klub masih diabaikan.

“Kita sudah cukup kaya dengan pengalaman pesepakbolaan, Haringga merupakan korban ke tujuh dari bentrok suporter Persib dan Persija. Jadi ini sudah cukup darurat menurut saya, sikap apapun yang diambil PSSI, harus kita hargai,” pungkas politisi dapil jawa Barat itu.

Baca: Polri: Teriakan Tauhid di Video Pengeroyokan Haringga Hoax

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan, teriakan kalimat tauhid “Lailaha illallah” dalam video pengeroyokan yang menewaskan seorang Jakmania Haringga Sirila adalah hasil editan.

“(Itu) hoax. Mudah sekarang edit (video),” terangnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Kamis (27/09/2018).

Mabes Polri, kata Setyo, sedang mengejar pembuat dan penyebar hoax itu.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

KJRI: Arab Saudi Masih Lakukan Kajian Vaksin Sinovac

KJRI: Arab Saudi Masih Lakukan Kajian Vaksin Sinovac

Nyaris tak Ada Foto Ahok di Pulau Tidung DKI

Nyaris tak Ada Foto Ahok di Pulau Tidung DKI

Kebakaran di Ponpes Hidayatullah Bali, Tak Ada Korban Jiwa

Kebakaran di Ponpes Hidayatullah Bali, Tak Ada Korban Jiwa

Soal Salam Lintas Agama, MUI Jatim: Muslim Cukup Ucapkan “Assalamu’alaikum…”

Soal Salam Lintas Agama, MUI Jatim: Muslim Cukup Ucapkan “Assalamu’alaikum…”

Muhammadiyah Tolak Pluralisme Agama

Muhammadiyah Tolak Pluralisme Agama

Baca Juga

Berita Lainnya