Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

UAS: Memang Saya Ini Rambo?

abdus syakur/hidayatullah.com
Ustadz Abdul Somad (UAS) pada Tabligh Akbar "Persatuan Umat untuk Indonesia" di halaman gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2018) malam.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setelah mendapatkan intimidasi, dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memutuskan untuk sementara waktu tidak berceramah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dari bulan September sampai Desember 2018. Ia merasa di dua provinsi itu kurang kondusif.

Ini, kata dia, berawal pada tanggal 17 Juli 2018. Ketika itu, ia diundang ceramah ke Grobogan dan Kudus. Tapi pengajian di Kudus batal karena panitianya tidak siap lantaran mendapat tekanan-tekanan. Sehingga ia hanya jadi ceramah di Grobogan.

Tapi setelah pengajian selesai di Grobogan, UAS baru tahu bahwa rupanya ada puluhan orang yang ditahan polisi karena mau merusak pengajian.

Baca: Ini Alasan UAS Tidak Lapor Polisi

Kemudian pada tanggal 30-31 Juli, ia mendapatkan undangan ceramah di Semarang. Setibanya di bandara, ia disambut oleh TNI dan polisi. Informasi dari Kapolda kepadanya bahwa pengamanannya satu kilometer dari bandara. Pemuda Pancasila juga ikut mengamankan.

“Di dalam perjalanan, saya mikir, ini kita mau ngaji. Bukan mau perang. Saya berpikir kita sudah menyusahkan banyak orang,” tuturnya dalam acara “Fakta” di TVOne kemarin.

Padahal, kata UAS, pengajiannya tak lebih dari tema tentang perbaikan ekonomi umat, pendidikan, dan politik. “Tidak pernah menyebut partai, nomor, nama. Hanya supaya umat ini melek. Itu saja,” akunya.

Baca: Polri: Tidak Masalah Pakai Atribut Tauhid

Selain diundang ke Semarang, ia juga diajak oleh sahabatnya mengisi pengajian ke Jepara. Tapi tiba-tiba batal dan dialihkan ke Masjid Islamic Center di Jakarta.

Berangkat dari kegagalan-kegagalan inilah dan persiapan pengajian yang terlalu melelahkan, UAS akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kelihatannya Jawa Tengah dan Jawa Timur kurang kondusif.

“Maka saya pikir untuk sementara kita cooling down dulu,” katanya. “Karena kalau saya jalan terus, ini (jadi) ngajak perang. ‘Wah tentara UAS sedang beraksi. Lihat dia sudah bangkit.’ Memang saya ini Rambo?” ujarnya.* Andi

Baca: UAS Menerima Banyak Ancaman dan Intimidasi di Jateng

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemalsuan Buku Nikah

Menag: Akhir Januari Multitarif Biaya Nikah Disepakati

Tindak Penganiaya Remaja di Pontianak sesuai UU Perlindungan Anak

Tindak Penganiaya Remaja di Pontianak sesuai UU Perlindungan Anak

MUI Dukung Revisi UU Pangan

MUI Dukung Revisi UU Pangan

Siapa di Balik 5.000 Pucuk Senjata Ilegal, Panglima TNI Dinilai Sebaiknya Buka ke Publik

Siapa di Balik 5.000 Pucuk Senjata Ilegal, Panglima TNI Dinilai Sebaiknya Buka ke Publik

Depkominfo: Resah Dampak Game Online, Laporkan!

Depkominfo: Resah Dampak Game Online, Laporkan!

Baca Juga

Berita Lainnya