Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kegiatan Belajar Mengajar di NTB Diupayakan Bangkit Kembali

ist./kpai
Sekolah di Mataram, NTB, rusak kena gempa.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy,  memimpin Apel Gerakan Kembali Sekolah di Alun-Alun Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, NTB, Ahad (09/09/2018) pagi.

Apel dihadiri perwakilan lembaga/komunitas, guru, siswa, dan pemerintah daerah.

Apel tersebut dirangkaikan dengan pemberian secara langsung dana bantuan atau tunjangan khusus bagi para guru terdampak gempa Lombok.

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso, menjelaskan, tunjangan tersebut diberikan kepada sekitar 500 ribu guru terdampak gempa di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, dan Sumbawa.

Sebelumnya, Kemendikbud bersama dinas pendidikan kabupaten/kota di NTB melakukan pendataan guru terdampak gempa, untuk selanjutnya akan diberikan tunjangan khusus.

“Jumlahnya sekitar Rp 2 juta per bulan untuk non-PNS, dan Rp 1,5 juta per bulan untuk PNS. Tunjangan khusus ini diberikan selama enam bulan,” tuturnya lansir KBRN.

Selain itu, Kemendikbud bertekad melakukan  pemulihan sekolah usai berakhirnya status tanggap darurat bencana gempa di NTB masih terus dilakukan.

Kemendikbud bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat terus berupaya menghadirkan kembali kegiatan belajar mengajar melalui kelas-kelas sementara.

Ari mengatakan, saat ini tercatat sekitar 20 lembaga non-pemerintah, dengan ratusan relawan, bergotong royong dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Fokusnya memulihkan kondisi belajar mengajar di sekolah dan kondisi warga belajar,” katanya.

Pada masa tanggap darurat yang berakhir pada 25 Agustus 2018 yang lalu, Kemendikbud telah mendirikan 112 tenda yang menjadi kelas-kelas sementara di berbagai wilayah Lombok.

Tercatat sebanyak 5.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah telah dibagikan melalui Posko Pendidikan. Layanan psikososial dan psikoedukasi, serta trauma healing diberikan kepada warga belajar.

Segera, Kemendikbud juga akan menggulirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus siswa korban gempa Lombok. Total bantuan yang disiapkan Kemendikbud untuk pemulihan NTB pascabencana gempa sebesar Rp 258 miliar.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sisi Lain Zakir Naik: Menjaga Wudhu, Istri-Anaknya Diminta Tidak Difoto

Sisi Lain Zakir Naik: Menjaga Wudhu, Istri-Anaknya Diminta Tidak Difoto

Santri Kampayekan Ramadhan Sebagai Madrasah Kejujuran

Santri Kampayekan Ramadhan Sebagai Madrasah Kejujuran

Pihak Sekolah Harus Sigap Antisipasi Terjadinya Kekerasan

Pihak Sekolah Harus Sigap Antisipasi Terjadinya Kekerasan

Rumah Sakit Jiwa di Bali Siapkan 100 Kamar bagi Caleg Stres

Rumah Sakit Jiwa di Bali Siapkan 100 Kamar bagi Caleg Stres

Pemuda Muhammadiyah: Secara Sosiologis, JPU Abaikan Kepentingan Umum

Pemuda Muhammadiyah: Secara Sosiologis, JPU Abaikan Kepentingan Umum

Baca Juga

Berita Lainnya