Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PKS Tuntut Polri Segera Ungkap Dalang ‘Spanduk Fitnah Khilafah’

[Ilustrasi] Logo Polri.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta aparat kepolisian segera mengungkap aktor pemasangan ‘spanduk fitnah khilafah’ yang masih ditemukan.

Ketua DPP PKS Bidang Humas Ledia Hanifa mengungkapkan, spanduk-spanduk fitnah ‘PKS mendukung sistem khilafah’ sudah muncul berbulan-bulan lalu. Tetapi, ujar dia, sampai muncul lagi saat ini belum ada kemajuan berarti dari aparat kepolisian.

“Mabes Polri mengeluarkan pernyataan akan mengusut ini sejak tiga bulan lalu. Teman-teman PKS Jakarta juga sudah melaporkan spanduk fitnah khilafah ini ke polisi beberapa bulan silam. Sampai sekarang muncul lagi, belum ada laporan perkembangan kasus,” papar anggota DPR RI ini di Jakarta, Jumat (07/09/2018) dalam rilisnya kepada hidayatullah.com.

‘Spanduk fitnah khilafah’, papar Ledia, sangat mengganggu situasi berbangsa di tengah permasalahan ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

“Spanduk-spanduk seperti ini wajib diusut aktornya jelang tahun-tahun politik dan permasalahan ekonomi seperti saat ini. Dampaknya jadi tidak kondusif,” papar dia.

Terlebih, ujar Ledia, spanduk juga tidak sesuai dengan visi PKS yang mewujudkan keadilan dan kesejahteraan dalam bingkai NKRI. “Bagi PKS, NKRI harga mati. Anggota-anggota MPR dari PKS selalu mensosialisasikan NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 sebagai empat pilar kebangsaan ke berbagai wilayah di Indonesia,” paparnya.

Ledia juga menegaskan, PKS tidak memiliki afiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Tidak ada afiliasi PKS dengan eks HTI termasuk saat dulu masih berdiri sebagai HTI. Jadi clear,” tegas Ledia.

Diketahui, muncul lagi ‘spanduk fitnah khilafah’ yang dialamatkan kepada PKS di beberapa titik di Depok, Jawa Barat Jumat (07/09/2018) pagi. Kader PKS Depok pun langsung menurunkan spanduk fitnah tersebut.

Ledia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah di Depok, Bekasi, dan Jakarta yang sigap turut menurunkan spanduk-spanduk fitnah karena melanggar peraturan daerah tentang pemasangan spanduk.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Agar Ikut Acara di Bundaran HI, Sejumlah Warga Dikabarkan Dibayar Rp 50 Ribu

Agar Ikut Acara di Bundaran HI, Sejumlah Warga Dikabarkan Dibayar Rp 50 Ribu

Kemenag:   Pertumbuhan Masjid 64 persen, Gereja 165 persen

Kemenag: Pertumbuhan Masjid 64 persen, Gereja 165 persen

Ahok Dituntut 1 Tahun Penjara

Ahok Dituntut 1 Tahun Penjara

Kemenag Jatim Klarifikasi Kabar Imam Masjid Meninggal di Ponorogo Karena Cekcok

Kemenag Jatim Klarifikasi Kabar Imam Masjid Meninggal di Ponorogo Karena Cekcok

Prabowo Nilai Penusukan Wiranto Aksi Liar yang Sulit Dicegah

Prabowo Nilai Penusukan Wiranto Aksi Liar yang Sulit Dicegah

Baca Juga

Berita Lainnya