Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

PN Surabaya Tolak Gugatan Terhadap Penutupan Lokalisasi Dolly

ist.
GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna menggelar aksi bersama warga Surabaya menolak gugatan terhadap penutupan pelacuran Dolly-Jarak di depan PN Surabaya, Jawa Timur, Senin (03/09/2018), bersamaan agenda pembacaan putusan atas gugatan tersebut.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pihak tertentu terhadap penutupan pelacuran Dolly-Jarak di Surabaya, Jawa Timur, dalam sidang pembacaan putusan hari ini, Senin (03/09/2018).

Gugatan class action itu diajukan sekelompok yang mengatasnamakan warga eks lokalisasi Dolly dengan gugatan Rp 270 miliar.

Diketahui dalam persidangan itu, Ketua Majelis Hakim Dwi Winarko, menyatakan, gugatan tersebut tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, jelasnya, materi gugatan yang diajukan para penggugat tak bisa dipertimbangkan lagi karena tidak sah dan bahkan tidak memenuhi syarat.

Sementara itu, mengawal proses persidangan tersebut, warga Dolly-Jarak bersama berbagai elemen masyarakat dan ormas Islam menggelar aksi damai menolak gugatan tersebut di depan PN Surabaya. Mereka juga menolak lokalisasi Dolly-Jarak dihidupkan kembali.

Baca: Senin Ini Aksi Damai Tolak Upaya Membangkitkan Lokalisasi Dolly

Warga dan ormas Islam bersyukur dan menyambut baik putusan sidang tersebut.

“Alhamdulillah… kita dimenangkan,” ujar Ustadz Khoiron perwakilan Ikatan Dai Eks Area Lokalisasi (IDEAL) kepada hidayatullah.com selepas sidang tersebut.

Para penggugat mempermasalahkan kebijakan Wali Kota dan Pemerintah Kota Surabaya atas kebijakan penutupan pelacuran Dolly-Jarak yang diklaim merugikan warga dan membuat lesu ekonomi.

Sekjen Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, M Yunus mengatakan, munculnya sekelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan warga Jarak dan Dolly yang telah menggugat Pemkot Surabaya tersebut membuat Dolly dan Jarak akhir-akhir ini kembali ricuh.

Baca: Pemkot Surabaya Digugat, Warga: Penutupan Dolly Harga Mati

Para penggugat itu dinilai menggunakan dalih yang sangat dipaksakan untuk kamuflase kepentingan mereka yang sesungguhnya. “Sebagai kepanjangan tangan para investor perzinaan untuk menghidupkan kembali lokalisasi prostitusi dan tempat perzinaan Jarak dan Dolly yang sudah runtuh dan menjadi fosil peradaban yang penuh maksiat dan munkarot di Kota Surabaya,” ujarnya kepada hidayatullah.com di sela-sela aksinya, Senin pagi.

Aksi damai tadi diikuti berbagai elemen masyarakat dan ormas, termasuk Forum Masyarakat Jarak dan Dolly (FORKAJI), IDEAL-MUI Jatim, GUIB Jatim, Persatuan Remaja Masjid dan Mushalla Putat Jaya (PERMATA), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Barisan Ansor Serbaguna (BANSER), Komunitas Mahasiswa Peduli Akhlak Bangsa, dan sebagainya.*

Baca: Berbagai Elemen Warga Tolak Lokalisasi Dolly dan Jarak Dibangkitkan

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menko Polhukam Bolehkan Pendirian Front Persatuan Islam: Tiap Hari Berdiri Organisasi

Menko Polhukam Bolehkan Pendirian Front Persatuan Islam: Tiap Hari Berdiri Organisasi

Menag Minta Tim Pembahasan RPP Jaminan Produk Halal Bergerak Cepat

Menag Minta Tim Pembahasan RPP Jaminan Produk Halal Bergerak Cepat

Menteri Sosial: Tinggal 33 dari 160 Lokalisasi Belum Ditutup

Menteri Sosial: Tinggal 33 dari 160 Lokalisasi Belum Ditutup

Emil Salim: Perokok Usia Produktif Ancam Ekonomi Indonesia

Emil Salim: Perokok Usia Produktif Ancam Ekonomi Indonesia

Amnesty International: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Melanggar HAM

Amnesty International: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Melanggar HAM

Baca Juga

Berita Lainnya