Senin Besok PN Surabaya Bacakan Putusan Gugatan Penutupan Dolly

Pihak yang menggugat tersebut mengklaim sebagai warga Dolly-Jarak mengklaim penutupan pelacuran itu membuat ekonomi lesu.

Senin Besok PN Surabaya Bacakan Putusan Gugatan Penutupan Dolly
Ilustrasi: Gang Dolly di Surabaya

Terkait

Hidayatullah.com– Besok lusa, Senin (03/09/2018), Pengadilan Negeri (PN) Surabaya akan membacakan putusan atas gugatan class action terhadap penutupan pelacuran Dolly dan Jarak di Surabaya, Jawa Timur.

Wali Kota dan Pemerintah Kota Surabaya yang menutup pelacuran tersebut digugat pihak tertentu baru-baru ini dengan gugatan Rp 270 miliar.

Berbagai elemen warga masyarakat dan ormas menolak gugatan tersebut. Mereka akan mengawal pembacaan putusan itu besok lusa.

Baca: Pemkot Surabaya Digugat, Warga: Penutupan Dolly Harga Mati

Mereka akan menggelar aksi menolak upaya menghidupkan kembali pelacuran Dolly dan Jarak yang telah ditutup pada 19 Juni 2014 silam.

Informasi dihimpun, sidang pembacaan putusan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim menyatakan kesiapannya menggelar aksi penolakan gugatan tersebut.

“In sya Allah (Senin) pagi jam 08.00 GUIB Jatim lakukan gerakan penolakan atas upaya membangkitkan kembali prostitusi Dolly di Surabaya” ujar Sekretaris GUIB Jatim kepada hidayatullah.com semalam, Jumat (31/08/2018).

Baca: Berbagai Elemen Warga Tolak Lokalisasi Dolly dan Jarak Dibangkitkan

Kemarin berbagai elemen warga dan masyarakat serta ormas Islam menggelar aksi serupa di depan PN Surabaya.

Aksi menolak lokalisasi Dolly dan Jarak dihidupkan kembali pada besok lusa akan digelar dengan jumlah massa yang lebih banyak dari aksi Jumat kemarin.

Perwakilan Ikatan Dai Lokalisasi (IDEAL) MUI Jatim, Ustadz Khoiron, yang turut ikut aksi kemarin, menyatakan harapan agar PN Surabaya menolak gugatan class action itu bisa tercapai.

“Doanya ya mudahan goal,” ujar Khoiron kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon.

Baca: Nekat Beroperasi, Polisi Bekuk Mucikari Eks Lokalisasi Dolly

Diketahui, pihak yang menggugat tersebut mengklaim sebagai warga Dolly-Jarak mengklaim penutupan pelacuran itu membuat ekonomi lesu.

Sebaliknya, warga masyarakat setempat yang menolak gugatan itu menegaskan bahwa kehidupan mereka membaik.

“Warga sudah merasakan tenteram dan kondusif juga ekonomi sudah berjalan, apalagi (ada) program UMKM dari Pemkot,” bunyi sikap warga dalam aksi kemarin disampaikan Khoiron kepada media ini.*

Baca: Wali Kota Risma: Dolly Berubah Jadi Kampung Produktif

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !