Senin, 2 Agustus 2021 / 24 Zulhijjah 1442 H

Nasional

Indonesia Perlu Kawal Terus Temuan PBB soal Genosida Rohingya

Niesky/hidayatullah.com
Pengungsi Rohingya sedang antre mengikuti pembagian sembako di Kutapalong, Cox's Bazar, Banglades, Oktober 2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Tim Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin oleh Marzuki Darusman telah bekerja dan menemukan bukti-bukti terjadinya kekerasan dan genosida terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Sukamta, anggota Komisi I DPR RI, Rabu (29/08/2018) dalam pernyataannya di Jakarta menyatakan, pihaknya mengapresiasi kerja Misi Pencari Fakta (MPF) PBB di Myanmar.

Baca: Etnis Rohingya Peringati Setahun Pembantaian Rakhine

“Tim ini telah menemukan bukti-bukti yang memberatkan, bahwa telah terjadi kasus genosida terhadap Rohingya di Myanmar. Temuan ini perlu segera diteruskan dan ditindaklanjuti agar memiliki ketetapan hukum secara internasional. Pemerintah Indonesia perlu terus mengawal ini secara konsisten sampai tuntas,” ujarnya.

Ia pun meminta pemerintah Indonesia agar mendapatkan bahan-bahan secara utuh, lalu membawa serta memperjuangkannya di Dewan Keamanan PBB untuk mendapatkan perhatian dan pembahasan secara adil dan proporsional.

Baca: Laporan Terbaru: Militer Myanmar Bunuh 24 Ribu Etnis Rohingya

“Pemerintah Indonesia harus kita memastikan bahwa militer Myanmar dan semua yang terlibat dalam kejahatan besar ini segera diadili di Mahkamah Pidana Internasional.

Agar para pelaku dijerat dengan hukuman yang setimpal serta dapat memberi efek jera bagi yang lain di seluruh dunia. Kita berharap proses menjadi negara demokratis secara utuh dapat segera terwujud di Myanmar,” ujarnya.*

Baca: HRW Mendesak Bangladesh Meningkatkan Kehidupan Pengungsi Rohingya

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pakar Sebut Syiah Lebih Berbahaya dari Ahmadiyah

Pakar Sebut Syiah Lebih Berbahaya dari Ahmadiyah

Ahmad Dhani Divonis 1,5 tahun dan diperintahkan ditahan

Ahmad Dhani Divonis 1,5 tahun dan diperintahkan ditahan

Hamdan Zoelva: Pengaturan Pidana LGBT Harus Diakomodir

Hamdan Zoelva: Pengaturan Pidana LGBT Harus Diakomodir

28 RUU Menanti Diselesaikan, termasuk “Terorisme” dan “Miras”

28 RUU Menanti Diselesaikan, termasuk “Terorisme” dan “Miras”

Dianggap Membimbing Pluralisme, Syafii Terima Magsaysay Award

Dianggap Membimbing Pluralisme, Syafii Terima Magsaysay Award

Baca Juga

Berita Lainnya