Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Alih Fungsi Lahan Marak, PKS Sarankan Reforma Agraria Lanjutan

skr/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Penguasaan lahan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Bidang Ekuintek-LH DPP PKS, Memed Sosiawan, meminta reformasi agraria lanjutan mengingat terjadinya berbagai permasalahan konversi alih fungsi lahan baik tanah hutan maupun tanah pertanian yang urung rampung.

Disertai, ujarnya, dengan bertambahnya jumlah penduduk yang menuntut tersedianya kehidupan menuju kemakmuran.

“Tujuan dari restrukturisasi kepemilikan tanah adalah mengatasi ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia. Restrukturisasi penguasaan tanah semakin diperlukan mengingat penguasaan asing atas tanah dan sumber daya alam semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Baca: Syariat Islam dan Reformasi Agraria

Penataan restrukturisasi penggunaan tanah juga mendesak dilaksanakan karena kewenangan menentukan peruntukan dan penggunaan tanah adalah kewenangan negara,” ujar Memed dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (30/08/2018).

Potensi sumber pengadaan tanah bagi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), kata dia, sebenarnya sangatlah besar.

Dari luasan 78,1 juta ha tanah (62,9 persen) yang telah dikonversi dari tanah hutan menjadi tanah non-hutan selama masa Orde Baru dan masa Reformasi, dapat dialokasikan sebagian luasannya menjadi TORA, terutama tanah-tanah yang telah habis masa konsesinya.

“Sedangkan sebagian besar luasan tanah non hutan sisa lainnya dapat dikembalikan fungsinya menjadi tanah hutan seperti semula yang mendukung kesehatan ekosistem melalui reboisasi, agar luasan hutan di Indonesia yang telah berkurang menjadi hanya tinggal 37,1 persen dapat meningkat kembali menjadi lebih dari 50 persen,” ungkap Memed.

Perjuangan menghutankan kembali tanah non-hutan menjadi tanah hutan merupakan tantangan perjuangan jangka panjang lintas generasi, agar generasi bangsa yang akan datang tetap dapat hidup dalam lingkungan ekosistem yang sehat.

“Di sisi lain reforma agraria di antaranya legalisasi tanah, redistribusi tanah, dan penghutanan sosial dapat terus dilanjutkan perjuangannya, sehingga rakyat Indonesia semakin meningkat kemakmuran dan kesejahteraannya,” kata dia.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sidang Habib Rizieq

Ribuan Massa Hadiri Sidang Putusan Habib Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, 200 Orang Ditangkap

Ormas Islam Jabar Sepakat Tolak RUU Keormasan

Ormas Islam Jabar Sepakat Tolak RUU Keormasan

Hoax Tumbuh Akibat Ketidakpercayaan Terhadap Pemerintah dan Pers

Hoax Tumbuh Akibat Ketidakpercayaan Terhadap Pemerintah dan Pers

Tri Sutrisno: Indonesia Toleran Sejak Kakek-Nenek

Tri Sutrisno: Indonesia Toleran Sejak Kakek-Nenek

Rohingya Kembali Bergolak,  HTI Tuntut Pengusiran Dubes Myanmar

Rohingya Kembali Bergolak, HTI Tuntut Pengusiran Dubes Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya