Senin, 18 Januari 2021 / 4 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Din Sesalkan Adanya Persekusi #2019GantiPresiden

Andi/hidayatullah.com
Wapres Jusuf Kalla (kanan) bersama Wantim MUI Prof Din Syamsuddin di kantor MUI, Jakarta, Senin (06/08/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Cendekiawan Muslim, Prof Din Syamsuddin, menyesalkan adanya persekusi, penghalangan, atau pengadangan aksi #2019GantiPresiden. Menurutnya tindakan itu bertentangan dengan konstitusi.

Din menilai sah bila ada kelompok masyarakat yang mengumukakan aspirasinya untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca: Persekusi #2019GantiPresiden, DPR akan Panggil Kapolri-Kepala BIN

Hal itu, kata dia, sesuai dengan konstitusi pasal 28 tentang kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat.

“Maka itu harus dimungkinkan dan tidak boleh dihalang-halangi,” tegasnya menjawab pertanyaan hidayatullah.com usai rapat pleno Wantim MUI, kemarin di lantai empat kantor pusat MUI, Jakarta.

Namun Din berpesan kepada kedua belah pihak yang memasang tagar ganti presiden atau tetap presiden agar tidak jor-joran dan mengumbar kebencian sesama. Sebab itu dapat merusak kerukunan bangsa.

Baca: Aburizal Bakrie Tolak Keras Cara Premanisme Terhadap #2019GantiPresiden

“Pemilu Pilpres adalah cara beradab untuk mengatasi ketakadaban atau kebiadaban. Jangan sampai cara itu kita tempuh dengan cara-cara yang tidak beradab,” pesannya.

Din menambahkan, aparat kepolisian dan pemerintah harus netral menyikapi #2019GantiPresiden.* Andi

Baca: Kabinda Riau Dinilai Melebihi Tugas Pokoknya

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Warga: Suparman Sering Bagikan Sembako

Warga: Suparman Sering Bagikan Sembako

‘Harus Dibedakan, Antara Mengkritik Penguasa dan Menyebarkan Hoax’

‘Harus Dibedakan, Antara Mengkritik Penguasa dan Menyebarkan Hoax’

Pemerintah Tetapkan Awal Dzulhijjah 1436 H tanggal 15 September 2015

Pemerintah Tetapkan Awal Dzulhijjah 1436 H tanggal 15 September 2015

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam

Imam Al-Azhar Ajukan Mundur, Ditolak Militer

Imam Al-Azhar Ajukan Mundur, Ditolak Militer

Baca Juga

Berita Lainnya