Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Wantim MUI Rapat Khusus Soal KH Ma’ruf Amin

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Prof Din Syamsuddin dalam Rapat Pleno ke-22 Wantim MUI di kantor MUI, Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) diagendakan menggelar rapat pleno khusus terkait posisi KH Ma’ruf Amin yang telah menyatakan diri non-aktif sebagai Ketua Umum MUI, kemarin.

Rapat tersebut akan digelar pada Rabu (29/08/2018) siang di kantor MUI Pusat, Jakarta.

“Rapat Pleno Khusus siang ini untuk merumuskan pertimbangan tentang posisi Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang menjadi Cawapres,” ujar Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin dalam rilisnya diterima hidayatullah.com, Rabu pagi.

Baca: KH Ma’ruf Amin Non-aktif Sebagai Ketum MUI

Sebelumnya, demi menjaga independensi MUI dari dinamika politik praktis, akhirnya Ketua Umum MUI Prof Dr KH Ma’ruf Amin memilih non-aktif dari jabatan tersebut.

“Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan non-aktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi,” ungkap Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi kepada hidayatullah.com Jakarta, saat dikonfirmasi, Selasa (28/08/2018) malam lewat keterangannya.

Baca: “Semoga Ijtima Ulama Bisa Membaca Keinginan Masyarakat”

Menurut Waketum, keputusan tersebut semata-mata didasari pertimbangan agar posisinya sebagi Calon Wakil Presiden mendampingi petahan Joko Widodo (Jokowi) tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI

“Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai Cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini,” tambahnya.

Baca: Gus Solah Ingatkan NU Tidak Berpolitik Praktis

Untuk menjaga keberlangsungan organisasi MUI, menurut Zainut, tampuk kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid Sa’adi.

“Jadi roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa, meski Ketum kita non-aktif,” tegas Zainut.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dinilai Over Acting, Polisi Diminta Buktikan Tuduhan Pada Baasyir

Dinilai Over Acting, Polisi Diminta Buktikan Tuduhan Pada Baasyir

Habib Bahar

Pengacara: Proses Hukum Habib Bahar Terkesan Dipaksakan

komisi yudisial sanksi hakim

Warganet Serukan #RakyatKawalKeputusanMK

kesejahteraan guru

RUU Pesantren, DPR Didorong Buka Luas Partisipasi Masyarakat

Indonesia Taliban

Jubir Kemlu Sebut Indonesia Tidak Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya