Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

BSMI Beberkan Penyakit Ikutan Bermunculan Pascagempa NTB

ist.
Rumah sakit lapangan BSMI di Lombok, NTB, pascagempa NTB, Agustus 2018.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Berbagai elemen dan lembaga berduyun-duyun dalam upaya pemulihan pasca gempa yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

BSMI antara lain mendirikan Rumah Sakit Lapangan untuk korban gempa, yang sudah dilengkapi fasilitas rawat inap, IGD, layanan dokter spesialis, dan dokter umum.

Ketua Umum BSMI, Muhamad Djazuli Ambari, mengungkapkan, sejak dibuka pertama, Sabtu (11/08/2018), RSL tersebut sudah menangani seribuanan pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap hingga Selasa (14/08/2018).

Menurut Djazuli, jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan pelayanan pemeriksaan ibu hamil dan menyusui dengan USG yang langsung didatangkan dari Jakarta.

“Tindakan medis dari BSMI tidak hanya diberikan di Rumah Sakit Lapangan yang ada di Lombok Utara. Di tiap posko BSMI juga melayani tindakan medis bagi korban gempa. Selain itu, tiap posko selalu dilengkapi dapur umur, fasilitas trauma healing, mobile clinic, penampungan, dan bantuan logistik,” papar Djazuli di Mataram, NTB, dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, kemarin.

Djazuli menambahkan, BSMI akan segera menyiapkan layanan operasi di Rumah Sakit Lapangan dengan menyiapkan dokter spesialis dan ruang operasi.

Tim BSMI, papar Djazuli, juga sudah berkoordinasi dengan RS terapung Ksatria Airlangga untuk kerja sama rujukan pasien dan tindakan operasi.

Djazuli menerangkan, mayoritas pasien yang dirawat di RSL BSMI menderita ISPA, diare akut, dan penyakit kulit.

“Kita juga menyisir ke tenda pengungsian untuk mencari korban dengan kasus ortopedi. Saat ini yang jadi problem memang penanganan masyarakat yang takut operasi atau mencari kasus ortopedi dan tindakan usai operasi,” papar Djazuli.

Ketua Majelis Pertimbangan Anggota (MPA) BSMI, dr Basuki Supartono, mengatakan, saat ini fokus BSMI masih tanggap darurat, sesuai arahan pemerintah yang masa tanggap darurat diperpanjang hingga 28 Agustus.

“Kita masih melakukan evakuasi korban, penanganan korban yang luka-luka dengan membangun Rumah Sakit Lapangan,” jelas Basuki.

Basuki menjelaskan, sudah muncul penyakit ikutan yang muncul pascagempa yang sudah berlangsung dua pekan sejak gempa besar pertama.

“Penyakit ikutan pascagempa sudah muncul seperti epilepsi, ISPA, diare akut. RSL kita tempatkan di Lombok Utara karena itu daerah yang paling terdampak besar dan luas,” papar Basuki.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Jombang: Tukar Uang di Jalan Haram

MUI Jombang: Tukar Uang di Jalan Haram

Menlu Minta KJRI Percepat Identifikasi Korban Mina

Menlu Minta KJRI Percepat Identifikasi Korban Mina

NU-Muhammadiyah Gelar Konferensi Dakwah Se Asia

NU-Muhammadiyah Gelar Konferensi Dakwah Se Asia

PPP Hanya Dikorbankan untuk Kepentingan Sesaat

PPP Hanya Dikorbankan untuk Kepentingan Sesaat

Nasihat Anies kepada Ahok: Hormati Ayat Suci, Jaga Ketenangan

Nasihat Anies kepada Ahok: Hormati Ayat Suci, Jaga Ketenangan

Baca Juga

Berita Lainnya