Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Muhammadiyah: Kontestasi Politik Tak Perlu Ciptakan Permusuhan

zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir (kanan) bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada acara silaturahim keluarga besar kedua ormas Islam itu di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Memasuki tahun politik 2019, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan, Muhammadiyah berharap semua pihak dapat memelihara keadaban, kebersamaan, kedamaian, toleransi, kebajikan, dan keutamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegera.

“Kontestasi politik tidak perlu menjadi penyebab dan membawa pada situasi keretakan, konflik, dan permusuhan antar komponen bangsa,” kata Haedar dalam naskah pidatonya “73 Tahun Indonesia” yang diterima hidayatullah.com Jakarta, Ahad (12/08/2018).

Semua, kata Haedar, dituntut berkomitmen menjaga politik dari berbagai penyimpangan dan transaksi yang menyebabkan kerugian besar bagi kehidupan bangsa dan negara.

Baca: Din: Politik Identitas Keislaman Sah-sah Saja

Kontestasi politik juga ia harapkan tidak semata-mata ingin sukses meraih kekuasaan, tetapi tidak kalah pentingnya meniscayakan komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mewujudkan idealisme, nilai dasar, dan cita-cita nasional yang luhur sebagaimana telah diletakkan oleh para pendiri bangsa.

“Inilah yang penting menjadi komitmen dan visi kenegaraaan para pemimpin, elite, dan segenap komponen bangsa saat ini dan ke depan,” ujarnya.

Muhammadiyah menaruh sikap positif dan kepercayaan bahwa dengan komitmen, nilai dasar, dan visi kenegaraan yang fundamental, maka seluruh kekuatan strategis nasional, yakni pemerintah, partai politik, dan segenap komponen bangsa, dapat membangun kesadaran kolektif dan kebersamaan, untuk terus memberi harapan positif bagi seluruh rakyat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca: GNPF: Selama Ini Ulama Hanya Jadi Stempel Politik

“Para pemimpin nasional dari pusat hingga daerah juga diharapkan mengedepankan keteladanan, kebersamaan, kedamaian, dan sikap kenegarawanan yang luhur dalam perikehidupan kebangsaan. Berikan rakyat uswah hasanah, kegembiraan, dan harapan positif untuk hidup lebih baik serta terjamin hak-haknya selaku pemberi mandat kedaulatan di Republik ini. Jangan biarkan rakyat yang penuh nestapa tetapi masih memiliki harapan itu seolah menunggu godot,” tegasnya.

Terakhir Haedar berdoa, semoga Allah Subhanahu Wata‘ala melimpahkan anugerah-Nya yang terbaik bagi bangsa dan negeri tercinta Indonesia, sehingga menjadi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.* Andi

Baca: Diteror Molotov, Mardani: Berpolitik Jangan Pakai Kekerasan

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

DPD : Tiru Unpad, Derajat Kesehatan Rakyat Indonesia akan Meroket

DPD : Tiru Unpad, Derajat Kesehatan Rakyat Indonesia akan Meroket

Respon Tuduhan Ernest, Wapres JK Bela Zakir Naik

Respon Tuduhan Ernest, Wapres JK Bela Zakir Naik

Jurnalis Muslim Harus Patuhi Kode Etik Jurnalistik

Jurnalis Muslim Harus Patuhi Kode Etik Jurnalistik

Peneliti: Media Sosial Perlebar Ruang Muslim Berekspresi

Peneliti: Media Sosial Perlebar Ruang Muslim Berekspresi

Majelis Ulama Kaji Rencana Pembangunan PLTN

Majelis Ulama Kaji Rencana Pembangunan PLTN

Baca Juga

Berita Lainnya