Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Takmir Masjid Diimbau Galakkan Infaq Bantu Korban Gempa NTB

skr/hidayatullah.com
Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (30/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sehubungan dengan terjadinya gempa Lombok, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah mengimbau kepada seluruh khatib atau muballigh, khususnya dari Muhammadiyah, untuk menyampaikan khutbah Jumat terkait bencana alam dan sikap saling tolong-menolong.

Diimbau menyampaikan materi yang mencerahkan, menggerakkan, dan sekaligus mengggembirakan.

“Mohon merujuk kepada buku Fikih Kebencanaan yang telah diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” pinta Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal dalam keterangan tertulisnya kepada hidayatullah.com, Kamis (09/08/2018).

Diimbau kepada seluruh pengurus Takmir Masjid Muhammadiyah untuk menggalakkan dan menggerakkan pengumpulan infaq dan shadaqah, khususnya pada hari Jumat dan pada berbagai pertemuan/pengajian Majelis Ta’lim di internal Persyarikatan Muhammadiyah, untuk disalurkan kepada korban bencana gempa bumi di NTB, melalui jaringan Lazismu di Wilayah, Daerah, Cabang, dan Rantingnya masing-masing.

“Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang Mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah Ta’ala akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat.

Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang mengalami kesulitan, maka Allah Ta’ala akan memudahkannya di dunia dan akhirat.

Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, maka Allah Ta’ala akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah Ta’ala selalu menolong seorang hamba selama hamba tersebut gemar menolong Saudaranya,” ucapnya mengutip Hadits Nabi yang diriwayatkan Muslim.

Fathurrahman mengimbau masyarakat untuk tetap teguh dan sabar, yang secara qalbiyah diwujudkan dengan sikap ridha dan kokoh meyakini bahwa seluruh peristiwa adalah berdasarkan qudrah dan iradah-Nya.

“Secara lisan hendaknya selalu ber-istirja’ dengan ucapan tulus “innâ lillâh wa innâ ilaihi râji’ûn”, yang kemudian secara amaliah yang dikongkretkan dengan berbagai usaha untuk menuju kebaikan setelah bencana terjadi; dan usaha membuat kebaikan-kebaikan jauh sebelum musibah keburukan terjadi; tetap bersyukur,” nasihatnya.

Bencana ini, kata dia, hendaknya disikapi dengan dengan berpikir dan berprasangka positif akan kebaikan dan hikmah di balik setiap peristiwa; istiqamah menjalankan segala kewajiban keagamaan di lokasi bencana serta mengokohkan solidaritas sosial dan saling tolong-menolong (ta’awun); dan meninggalkan berbagai sikap dan prilaku negatif seperti murka terhadap bancana (taskhkhuth), dan prasangka yang tidak baik (su’udzan) baik secara vertikal kepada Allah, maupun secara horizontal sesama manusia dan kepada alam atau lingkungan sekitar.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Majelis Az-Zikra dan Ormas-ormas Islam Desak MUI Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

Majelis Az-Zikra dan Ormas-ormas Islam Desak MUI Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

Hilang Disapu Banjir, Pelajar Konawe Utara Butuh Perlengkapan Sekolah

Hilang Disapu Banjir, Pelajar Konawe Utara Butuh Perlengkapan Sekolah

yahya cholil staquf

MUI: Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel Tidak Perlu Dilakukan

vaksin-covid-19-gaza

Soal Layanan Vaksinasi Berbayar di Kimia Farma, DPR Minta Pemerintah Beri Penjelasan

FPKS: Kapolri Mendatang Harus Reformis dan Anti Represif

FPKS: Kapolri Mendatang Harus Reformis dan Anti Represif

Baca Juga

Berita Lainnya