Beasiswa Mahasiswi IPB Disetop Usai Masuk Islam Disoroti DPR

“Kalau pemutusan beasiswa lantaran faktor SARA, ini sungguh memalukan. Pancasila masih di tataran jargon, belum implementatif di lapangan."

Beasiswa Mahasiswi IPB Disetop Usai Masuk Islam Disoroti DPR
Franky Emmanuel/kumparan
Arnita Rodelina Turnip, mahasiswi IPB yang beasiswanya dicabut Pemkab Simalungun.

Terkait

Hidayatullah.com– Mahasiswi bernama Arnita Rodelina Turnip dikabarkan drop out (DO) karena beasiswanya diputus oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara. Kasus yang telah mem-viral ini menjadi sorotan DPR RI.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah, menyoroti kasus pemberhentian beasiswa mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sebagai penerima beasiswa utusan daerah (BUD) Kabupaten Simalungun.

Arnita diketahui diputus beasiswanya setelah ia memutuskan untuk berpindah agama alias masuk Islam.

Anang mengatakan, kasus pemberhentian beasiswa mahasiswi IPB itu perlu diusut secara detail dan tuntas. Menurut dia, Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara dapat mengurai masalah tersebut dengan tepat.

“Penyelesaian melalui Ombudsman merupakan langkah yang tepat. Harus diungkap apa penyebab pemutusan beasiswa mahasiswi IPB tersebut,” ujar Anang kutip Parlementaria, Kamis (02/08/2018).

Menurut dia, ada perbedaan alasan penyebab pemutusan beasiswa tersebut. Alasan pertama versi mahasiswi lantaran yang bersangkutan pindah agama sebagai penyebab pemutusan beasiswa. Sedangkan versi Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun karena faktor administrasi.

“Kalau pemutusan beasiswa lantaran faktor SARA, ini sungguh memalukan. Pancasila masih di tataran jargon, belum implementatif di lapangan,” kritik politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Anang berharap masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Jika terdapat pihak-pihak yang ditengarai melanggar peraturan perundang-undangan terkait masalah tersebut, agar ditegakkan aturannya.

“Jika diketahui ada maladministrasi dari pihak birokrasi dalam pengurusan beasiswa tersebut harus ada punishment,” cetus Anang.

Anang mengatakan, Beasiswa Utusan Daerah (BUD) cukup membantu putera daerah yang berprestasi untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang baik dan diharapkan setelah lulus kembali ke daerah untuk membangun daerahnya.

Mindset kepala daerah dan aparatur daerah semestinya pemberian beasiswa utusan daerah dan serta program pendidikan di daerah merupakan investasi pemda untuk jangka panjang. Nanti mereka akan kembali membangun daerahnya,” tegas Anang.

Politisi dapil Jatim itu menyebutkan, kepala daerah memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah. Kebijakan daerah yang pro dunia pendidikan harus semakin dikuatkan di daerah.

“Kepala daerah yang baru dipilih dalam Pilkada serentak akhir Juni lalu, harus membuat terobosan di sektor pendidikan. Karena pendidikan investasi yang luar biasa bermanfaat bagi daerah,” tandas Anang.

Bantahan

Pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) membantah kabar mengenai mahasiswi bernama Arnita Rodelina Turnip yang DO karena beasiswanya diputus oleh Pemkab Simalungun. Diduga, beasiswa diputus karena Arnita sekeluarga pindah agama dari Kristen ke Islam.

Dalam pernyataan resmi IPB, disebutkan Anita saat ini merupakan mahasiswa nonaktif. Pada prinsipnya Arnita masih tercatat sebagai mahasiswa di IPB dan sedang mengajukan pengaktifan kembali. IPB sedang memproses permohonan tersebut.

Sementara itu, diwartakan, Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Resman Saragih membantah pihaknya mencabut beasiswa Arnita Rodelina Turnip karena pindah agama. Menurut Resman, sempat ada kendala teknis saat pihaknya melakukan proses transfer data siswa.

“Tidak benar (karena pindah agama). Ada kendala teknis. Kita sempat kesulitan saat proses transfer dana, karena pihak Arnita tidak dapat dihubungi,” menurut Resman, Rabu (01/08/2018) kutip Kumparan.

Resman menyebut status Arnita sebagai penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD) akan segera dikembalikan, sehingga Arnita dapat kembali aktif sebagai mahasiswa IPB. Diketahui, status Arnita sebagai penerima BUD diberhentikan sejak tahun 2016.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara Abyadi Siregar mengatakan Arnita dapat kembali kuliah di IPB pada September mendatang. Namun sebelum itu, Pemkab akan memanggil Arnita dan kedua orangtuanya terlebih dahulu.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !