Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

KH Nonop: Bangsa Ini Butuh Arahan Ulama

ali muhtadin/hidayatullah.com
KH Nonop Hanafi dalam orasinya pada Tabligh Akbar Garut di Lapangan Kerkof, Garut, Jawa Barat, Sabtu (11/11/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pimpinan Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi, mengungkapkan, sejatinya bangsa Indonesia membutuhkan arahan-arahan ulama supaya tetap berada dalam bingkai yang benar.

Hal itu, terangnya, juga sebagai bentuk peran ulama bagi negara. Bagaimana ulama ditempatkan bukan hanya sebagai objek tapi sebagai subjek, termasuk dalam aspek politik.

“Saat ini memang ulama hanya menjadi objek politik. Diklaim kubu sana-sini yang akhirnya menjadi stempel saja,” ujarnya kepada hidayatullah.com di sela-sela gelaran Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, yang acaranya berlangsung pada Jumat-Ahad (27-29/07/2018).

Baca: GNPF: Selama Ini Ulama Hanya Jadi Stempel Politik

Karenanya, Kiai Nonop mengatakan, musyawarah ulama nasional memang penting untuk mengajak semuanya mempersatukan pandangan, sehingga umat menjadi tenang kalau para ulamanya bersatu.

“Terutama tahun politik ini, perlu para ulama menyatukan visi dan misinya agar ulama tetap menjadi benteng persatuan umat, yang pada akhirnya negara Indonesia menjadi tetap kondusif, aman, tenteram, dan jauh dari intervensi kekuasaan asing,” jelasnya.

Baca: Anies: Ijtima Ulama akan Menorehkan Sejarah Baru

Ia berharap, setidaknya para ulama membuat rekomendasi agar memunculkan aspirasi harapan umat berkaitan dengan figur calon presiden dan wakil presiden.

Namun, Kiai Nonop menekankan, upaya itu tidak hanya momen menjelang Pilpres saja. Akan tetapi misi jangka pendek dan jangka panjang.

“Memberikan arahan konstruktif terhadap peta koalisi itu adalah jangka pendek, tapi jangka panjangnya bagaimana mengantisipasi tata kelola negara yang salah sehingga membuat bangsa Indonesia menjadi tidak teratur,” papar tokoh penggeras aksi jalan kaki Ciamis-Jakarta pada Aksi Bela Islam III, Desember 2016, di Jakarta tersebut.

Baca: Ijtima Rekomendasikan Prabowo Capres, Salim atau UAS Cawapres

Untuk itu, lanjutnya, bagaimana misi kedepannya Indonesia sebagai negeri umat Islam terbesar di dunia betul-betul menjadi sokoguru dunia.

“Indonesia harus bangkit, dan itu dapat terwujud apabila ulama mampu sebagai subjek dalam peran-peran berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.*

Baca: Hasil-Rekomendasi Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

FAKTA Dukung Polisi Melarang Merokok Sambil Berkendara

FAKTA Dukung Polisi Melarang Merokok Sambil Berkendara

Kerajaan Saudi Hentikan Penyidikan Kasus Gurauan Bom 2 WNI Saat Umroh

Kerajaan Saudi Hentikan Penyidikan Kasus Gurauan Bom 2 WNI Saat Umroh

Anggota DPR Tuding Infotaintment Penuh Rekayasa

Anggota DPR Tuding Infotaintment Penuh Rekayasa

Ledakan Kampung Melayu, MUI Minta Pengusutan Tuntas Aktor dan Pelakunya

Ledakan Kampung Melayu, MUI Minta Pengusutan Tuntas Aktor dan Pelakunya

DPR Minta Pemerintah Undang Para Menlu ASEAN Sikapi Krisis Myanmar dan Rohingya

DPR Minta Pemerintah Undang Para Menlu ASEAN Sikapi Krisis Myanmar dan Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya