Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

UAS Menolak Halus Direkomendasikan Jadi Cawapres

ist./hidayatullah.com
Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali, Desember 2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dai kondang asal Pekanbaru, Riau, Ustadz Abdul Somad Batubara atau dikenal UAS menyampaikan selamat atas terselenggaranya Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta pada Jumat-Ahad (27-29/07/2018).

“Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan,” ucap UAS melalui akun terverifikasinya di Instagram @ustadzabdulsomad dan Facebook Ustadz Abdul Somad عبد الصمد @ustadzabdulsomad, Ahad.

Salah satu keputusan Ijtima Ulama adalah merekomendasikan UAS sebagai salah satu calon wakil presiden berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Baca juga: Ijtima Rekomendasikan Prabowo Capres, Salim atau UAS Cawapres

Selain itu, Ijtima Ulama juga merekomendasikan Prabowo sebagai capres berpasangan dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Namun begitu, UAS secara halus menolak “tawaran” jadi cawapres tersebut. Ia menilai pasangan Prabowo-Salim lebih pantas diusung.

“Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim,” ungkap UAS. Pantauan hidayatullah.com , UAS mengunggah meme yang menampilkan foto pasangan Prabowo-Salim yang bertulisan “Duet maut tentara-ulama pimpin & jaga NKRI”.

Baca: Prabowo: Kalau Ada yang Lebih Baik Saya Siap Mendukung

“Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo,” ungkapnya dengan untaian kalimat bernilai sastra khas Melayu.

UAS yang memiliki pengikut 3,6 juta followers di Instagram dan sedikitnya 1.253.791 akun di Facebook ini lantas mengisahkan sejarah Khulafaur Rasyidin.

“Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu,” tuturnya, tampaknya mengisyaratkan penolakan lembutnya “ditawari” menjadi cawapres.

Baca: Instruksi HRS: Tenggelamkan Parpol Pendukung Penista Agama

Di pengujung tulisannya itu, UAS secara singkat menekankan bahwa ia lebih fokus beraktivitas di luar politik.

“Fokus di pendidikan dan dakwah. Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad,” tulisnya.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, dalam kepemimpinan nasional, peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional sepakat untuk merekomendasikan tiga nama sebagai calon presiden dan calon wakil presiden menyongsong Pilpres 2019.

Baca: Hasil-Rekomendasi Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional

Ketiganya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri, dan dai kondang asal Pekanbaru Ustadz Abdul Somad Batubara atau dikenal UAS.

Dari ketiga nama tersebut, Ijtima Ulama merekomendasikan dua pasangan capres-cawapres untuk didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh parpol-parpol yang tergabung dalam Koalisi Keumatan. Yaitu pasangan Prabowo-Salim dan Prabowo-UAS.

“Keputusan terkait kepemimpinan nasional mengikat seluruh peserta Ijtima untuk memberikan dukungan kepada calon presiden yang direkomendasikan,” bunyi poin rekomendasi Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, disampaikan pada Ahad (29/07/2019).*

Baca: UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Bebaskan 38.822 Napi dan Anak dari Penjara, Cegah Covid-19

Pemerintah Bebaskan 38.822 Napi dan Anak dari Penjara, Cegah Covid-19

Firdaus Memorial Park Memakamkan Jenazah Dhuafa Lagi

Firdaus Memorial Park Memakamkan Jenazah Dhuafa Lagi

7 Ketum DPP IMM Lintas Generasi Kecam Tudingan Makar soal Aksi Damai 212

7 Ketum DPP IMM Lintas Generasi Kecam Tudingan Makar soal Aksi Damai 212

Qanun Jinayat Pelanggar Syariah di Aceh Segera Diberlakukan

Qanun Jinayat Pelanggar Syariah di Aceh Segera Diberlakukan

Pembukaan “Indonesian Corner” Pertama di Iran

Pembukaan “Indonesian Corner” Pertama di Iran

Baca Juga

Berita Lainnya