Selasa, 19 Januari 2021 / 5 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

UBN: Umat Tak Bisa Dibelokkan Sosok yang Loncat Kanan-Kiri

bilal/hidayatullah.com
Para tokoh GNPF MUI antara lain Habib Rizieq Shihab, KH Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin, dll, bersama Kapolri Tito Karnavian pada Aksi Bela Islam III (Aksi 212) di lapangan Monas, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir, menghargai setiap pilihan politik para aktivis Islam. Terbaru mengenai mantan pengacara GNPF Ulama, Kapitra Ampera, yang maju sebagai calon legislatif (caleg) PDIP.

“Saya kira itu pilihan politik dia, ya sesuai yang dia rencanakan,” ujarnya di Gedung Menara 165, Jakarta, Kamis (19/07/2019).

Akan tetapi, jelas tokoh yang membersamai Habib Rizieq Shihab (HRS) menggerakkan Aksi Bela Islam 411 dan 212 ini, umat sudah punya polarisasinya sendiri.

Baca: FPI: Kapitra Sudah Lama Tak Dilibatkan Urusan-urusan HRS

UBN, sapaannya, menjelaskan, umat Islam di kalangan grassroot (akar rumput) tidak bisa hanya sekadar ada satu sosok yang merasa dirinya tokoh langsung bisa membelokkan.

“Ini sebuah polarisasi massa yang tidak bisa hanya gara-gara ada loncat kiri loncat kanan atau akrobat, lantas umat bisa dibawa kiri kanan, enggak bisa,” ungkapnya.

Baca: PA 212: Kapitra Bukan Pengacara HRS Sejak 4 Bulanan Lalu

Ditanya mengenai alasan seorang aktivis yang menyebut ingin berjuang dari dalam lingkaran penguasa, UBN menyerahkan pilihan politik tersebut kepada pribadi masing-masing. Namun ia tidak mendukung langkah tersebut.

UBN berpesan, sejatinya keinginan umat itu sederhana, yakni umat tidak ditinggalkan.

“Mereka ingin tokohnya bersama umat, susah maupun senang, menang maupun kalah. Itu saja,” tutup UBN.*

Baca: Kapitra Akui Resmi Jadi Bacaleg PDIP

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PKS Ingatkan Para Kadernya Jati Diri Partai Islam

PKS Ingatkan Para Kadernya Jati Diri Partai Islam

Prof Dadang Hawari Meninggal Dunia di RSCM

Prof Dadang Hawari Meninggal Dunia di RSCM

Peringatan Hari Raya Syiah Idul Ghodir dinilai justru Semakin Menampakkan Perbedaan

Peringatan Hari Raya Syiah Idul Ghodir dinilai justru Semakin Menampakkan Perbedaan

Hoax Pesan Anies Baswedan untuk para Peserta Reuni 212

Hoax Pesan Anies Baswedan untuk para Peserta Reuni 212

Daud: Tragedi Tanjung Priuk 1984 Sisakan Sejarah Kelam dan Ketidakadilan

Daud: Tragedi Tanjung Priuk 1984 Sisakan Sejarah Kelam dan Ketidakadilan

Baca Juga

Berita Lainnya