Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Capres Anti Korupsi, Dahnil Nilai Komitmen Jokowi Masih Diragukan

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Dahnil Anzar Simanjuntak.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pendiri Madrasah Anti Korupsi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengajak masyarakat Indonesia untuk memilih calon presiden yang anti korupsi pada pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

Caranya, terang Dahnil, lihat rekam jejak sang calon terhadap upaya pemberantasan korupsi. Bukan hanya sekadar retorika anti korupsi.

“Misalnya kalau dia dari partai politik bagaimana komitmen memberantas korupsi oleh partainya. Kalau petahana gampang menilainya, lihat bagaimana Pak Jokowi memimpin selama sekian tahun ini terhadap agenda pemberantasan korupsi. Termasuk dengan capres lainnya,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (17/07/2018).

Baca: Novel Baswedan: Pemberantasan Korupsi di Indonesia Miris

Karenanya, Dahnil mengajak publik untuk tidak terjebak pada debat identitas. Tapi pada debat gagasan, komitmen, dan rekam jejak.

Ditanya mengenai komitmen pemberantasan korupsi para capres saat ini, Dahnil menyebut nama-nama yang muncul, termasuk petahana Presiden Jokowi masih diragukan.

Baca: Dahnil: Yang Paling Efektif Berantas Korupsi adalah Presiden

“Oleh sebab itu penting kita menagih ulang. Jangan sampai isu anti korupsi sekadar jadi komoditi. Makanya saran saya publik ikuti track record masing-masing capres. Jangan sampai dalam satu isu ngomong anti korupsi di isu yang lain kebalikannya,” jelasnya.

“Publik penting untuk diingatkan dan dicerdaskan,” pungkas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.*

Baca: Terkait Novel, Presiden Jokowi Diminta Tingkatkan Komitmennya Berantas Korupsi

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Penghafal Al Quran Dapat Perhatian Masuk UNS

Penghafal Al Quran Dapat Perhatian Masuk UNS

PSBB Total Jakarta, Saleh Daulay: Perlu Tindakan Tegas dalam Penerapannya

PSBB Total Jakarta, Saleh Daulay: Perlu Tindakan Tegas dalam Penerapannya

Elemen Organisasi Islam bahas Maraknya Propaganda LGBT

Elemen Organisasi Islam bahas Maraknya Propaganda LGBT

Kemenag Susun Kode Etik Siaran Dakwah di Media Elektronik

Kemenag Susun Kode Etik Siaran Dakwah di Media Elektronik

Setelah Kasus LHI, PKS akan Konsolidasi Internal

Setelah Kasus LHI, PKS akan Konsolidasi Internal

Baca Juga

Berita Lainnya