Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jimly Setuju Presidential Threshold Dihapus, Tapi…

zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Umum ICMI Jilmy Asshiddiqie pada diskusi publik tentang Palestina di Jakarta, Rabu (20/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshiddique mengaku setuju dengan penghapusan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen.

Menurutnya, masuk akal jika gugatan Pasal 222 Undang-Undang Pemilu yang mengatur presidential threshold di Mahkamah Konstitusi dikabulkan. Dan justru itu lebih baik bagi demokrasi Indonesia.

Baca: MK Diminta Segera Putuskan Gugatan Presidential Threshold

“Tapi tidak bisa sekarang. Sekarang tidak sempat lagi, bulan Agustus sudah pendaftaran, bikin kacau kalau MK mengubah aturan saat ini juga,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Kantor ICMI, Jakarta, Rabu (11/07/2018).

Apalagi, menurut Jimly, sidang gugatan tersebut baru berjalan. Sedangkan prinsip peradilan yang baik adalah semua pihak yang punya kepentingan langsung atau tidak langsung harus didengar. Maka sidang otomatis akan berlangsung lama dan tidak bisa mengejar sebelum pendaftaran calon presiden.

Baca: Presidential Threshold Digugat, Ini Sembilan Alasannya

“Kalau sudah pendaftaran capres ya jangan lagi memutus untuk berefek sekarang. Karena ibarat main bola, pemain sudah di pinggir lapangan, sudah mau masuk tiba-tiba aturan diubah, kan, tidak bisa begitu. Apalagi kalau sudah menginjak kaki di lapangan lalu ada perubahan aturan,” menurutnya.

Jimly pun berpendapat, agar penghapusan presidential threshold dipraktikkan bukan untuk Pemilu 2019 tapi tahun 2024.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Fahmi Salim: Agama Justru Menopang Politik Kebangsaan

Fahmi Salim: Agama Justru Menopang Politik Kebangsaan

Ada Toko Coklat Bersertifikat Halal di Belgia

Ada Toko Coklat Bersertifikat Halal di Belgia

PKS: Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf Masih Jauh dari Kata Berhasil

PKS: Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf Masih Jauh dari Kata Berhasil

MUI Terbitkan Fatwa Kehalalan Vaksin Covid-19 Sinovac

MUI Terbitkan Fatwa Kehalalan Vaksin Covid-19 Sinovac

Wasathiyyah Islam Din

Din Syamsudin: UUD dan Pancasila Manifestasi Wasathiyyah Islam

Baca Juga

Berita Lainnya