Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketum MUI: Muhammadiyah itu Muhammadiyah, Wahabi itu Wahabi

ISTIMEWA
Ketua PP Muhammadiyah Dr Haedar Nasir memberi dukungan pada KH Ma'ruf Amin
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin mengaku belum tahu alasan sebenarnya penolakan pembangunan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Samalanga, Bireuen, Aceh.

“Saya belum tahu sebabnya. Sekarang ini informasinya belum lengkap. Saya akan mengutus orang untuk melakukan verifikasi ke sana. Baru nanti kita akan mengambil langkah,” ujarnya saat ditemui hidayatullah.com kemarin di lantai empat kantor PBNU Jakarta, usai acara Halal bi Halal PBNU.

Soal stigma wahabi pada Muhammadiyah, ia menegaskan Muhammadiyah berbeda dengan wahabi.

Wahabi itu wahabi. Muhammadiyah itu Muhammadiyah,” terang Rais ‘Aam PBNU ini. Ia juga mempertanyakan, “Tuduhan (wahabi) itu dasarnya apa?”

Diberitakan sebelumnya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen, Athaillah A Latief, mengungkap stigma wahabi terhadap Muhammadiyah oleh suatu kelompok keagamaan di sana menjadi akar masalah penolakan Masjid At-Taqwa.

“Mereka menstigmakan wahabi pada Muhammadiyah. Dan penjelasan tentang wahabi mereka muat dalam Lajnah Bahtsul Masail (kelompok keagamaan itu, Red). Ini mereka sebarkan kemana-kemana,” tuturnya kepada hidayatullah.com, Sabtu (30/06/2018) seraya menyebut nama kelompok tersebut.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menag: Soal Miss World tetap Berpegang Fatwa MUI

Menag: Soal Miss World tetap Berpegang Fatwa MUI

Dikabarkan akan Ada Pesta Homoseks, Aparat Balikpapan Diminta Tindak Tegas

Dikabarkan akan Ada Pesta Homoseks, Aparat Balikpapan Diminta Tindak Tegas

[Berita Foto] Pasca Gempa NTB

[Berita Foto] Pasca Gempa NTB

Waka DPR: Jika Punya 2 Kewarganegaraan, Menteri Arcandra Harus Dicopot

Waka DPR: Jika Punya 2 Kewarganegaraan, Menteri Arcandra Harus Dicopot

PPI: Tidak Perlu Khawatir Bicara Politik di Masjid

PPI: Tidak Perlu Khawatir Bicara Politik di Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya