PP Muhammadiyah: Pilih Pemimpin yang Amanah, Berjiwa Negarawan

"Masyarakat hendaknya saling menghormati perbedaan pilihan, menjaga ketertiban, dan memelihara persatuan bangsa."

PP Muhammadiyah: Pilih Pemimpin yang Amanah, Berjiwa Negarawan
zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir (kanan) bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada acara silaturahim keluarga besar kedua ormas Islam itu di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/03/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyerukan masyarakat agar memilih memimpin yang amanah dan berdedikasi tinggi dalam melayani seluruh rakyat Indonesia, dalam pernyataannya menyikapi Pilkada Serentak pada 27 Juni mendatang.

“Kepada masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, agar dalam menentukan pilihan
mempertimbangkan dan mengutamakan pemimpin yang memiliki kompetensi kepemimpinan,
visioner, amanah, berakhlak mulia, bersih dari korupsi, mampu menjalin kerja sama dengan
semua elemen bangsa, berjiwa negarawan, dan berdedikasi tinggi dalam melayani seluruh
rakyat,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir di Yogyakarta kemarin.

Haedar pun menyatakan, kepada masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, hendaknya berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam proses Pilkada dengan menjadi pemilih yang kritis, cerdas, arif, dan dewasa.

Masyarakat diminta memberikan suara dengan penuh tanggung jawab.

“Masyarakat hendaknya saling menghormati perbedaan pilihan, menjaga ketertiban, dan memelihara persatuan bangsa,” ujarnya.

Baca: Pilkada 27 Juni, Muhammadiyah Minta Pemerintah dan Aparat Menjaga Netralitas

Selain itu, PP Muhammadiyah berharap agar masyarakat, para kandidat, dan pendukung hendaknya menerima hasil-hasil Pilkada secara kesatria.

“Yang menang tidak jumawa dan merayakan kemenangan secara berlebihan dan yang kalah dapat legawa menerima kekalahan,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah juga mengingatkan para kandidat, hendaknya bersaing secara sehat, sportif, berjiwa kesatria, dan mematuhi semua peraturan. Yaitu dengan menjauhi praktik politik uang, keculasan, kecurangan, kekerasan, kampanye hitam, serta pernyataan-pernyataan yang mengandung unsur kebencian dan bernuansa SARA.

“Para kandidat dan tim kampanye hendaknya tidak melakukan politisasi agama yang mereduksi
nilai-nilai luhur agama dan berpotensi memecah belah masyarakat, umat, dan bangsa,” ujarnya.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !