Tragedi Kapal Tenggelam di Danau Toba Harus Diusut

“Ratusan yang masih hilang ini bukan statistik, tetapi nyawa. Ini harus jadi evaluasi bagi semua pihak. Siapapun yang terlibat harus diseret ke meja hijau, tidak cukup hanya dipecat saja."

Tragedi Kapal Tenggelam di Danau Toba Harus Diusut
IRSAN MULYADI/ANTARA
Tim evakuasi gabungan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (19/06/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di Danau Toba pada Senin sore, dengan dilaporkan 1 penumpang tewas, belasan selamat, dan ratusan lainnya masih dalam proses pencarian.

Terkait

Hidayatullah.com– Tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara (18/06/2018) meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bangsa ini.

Kecelakaan ini menyiratkan keselamatan transportasi terutama air masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk segera dibenahi oleh Pemerintah Pusat dan daerah di seluruh Indonesia.

“Ini sebuah tragedi yang tidak boleh lagi terjadi di masa mendatang. Kami sampaikan duka mendalam terutama kepada keluarga korban. Ini duka kita bersama. Semoga korban yang masih hilang bisa segera ditemukan dan siapapun yang bertanggung jawab atas tragedi ini harus diusut serta dihadapkan di depan hukum,” ungkap Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris, dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (21/06/2018).

Fahira mengungkapkan, sebagai salah satu kawasan yang digadang-gadang sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata baru atau “Bali Baru” di Indonesia, kecelakaan ini seharusnya tidak boleh terjadi di kawasan Danau Toba.

Karena sebagus apapun infrastruktur yang dibangun sebagai pendukung kemajuan wisata di sebuah daerah, tidak akan bermakna jika tidak didukung oleh manajemen keselamatan transportasi yang mantap.

Baca: DPR Minta Audit Seluruh Pelayaran yang Dikelola Pemda

Transportasi, apapun modanya, yang aman, nyaman, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik nasional maupun internasional, lanjut Fahira, menjadi prasyarat utama yang wajib diterapkan terlebih di daerah-daerah wisata.

Selain itu, pengawasannya harus lebih melekat dan intensif terutama di musim-musim liburan dimana wisatawan lebih ramai berkunjung.

“Ratusan yang masih hilang ini bukan statistik, tetapi nyawa. Ini harus jadi evaluasi bagi semua pihak. Siapapun yang terlibat harus diseret ke meja hijau, tidak cukup hanya dipecat saja. Ini kelalaian yang tidak bisa ditolerir. Banyak dugaan pelanggaran aturan atas kecelakaan ini,” tegas Fahira.

Diketahui, sekitar pukul 17.30 waktu setempat pada hari Senin, 18 Juni 2018 lalu, musibah kecelakaan pelayaran kapal terjadi di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satu kapal yang melayani pelayaran di Danau Toba, kapal KM Sinar Bangun yang berlayar dari Simanindo Samosir menuju Tigaras Parapat terbalik di perairan Danau Toba dan mengakibatkan ratusan jiwa masih belum ditemukan.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !