Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Neno Warisman: #2019GantiPresiden Gerakan Nurani

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Neno Warisman di sela-sela acara peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden di Cafe Cerita, Jakarta, Rabu (06/06/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Inisiator relawan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, menyatakan bahwa gerakan yang menyuarakan aspirasi ganti presiden tersebut merupakan gerakan nurani. Oleh karenanya, terang Neno, jangan melihat gerakan itu sebagai momok.

“Pandangan itu yang harus diperbaiki. Ini sebuah gerakan nurani, gerakan masyarakat, bukan sesuatu yang menakutkan, apa yang menakutkan dari kita ibu-ibu yang cinta NKRI?” ujarnya kepada hidayatullah.com saat peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden di Jakarta, Rabu (06/06/2018).

Baca: Relawan Luncurkan Video Klip Lagu #2019GantiPresiden

Ia menyebut, para pemimpin saat ini tidak perlu tegang. Hal itu, jelas Neno, karena aspirasi yang dibawa adalah konstitusional.

“Semua gembira, jadi jangan dibuat masalah. Jangan parno, biasa aja,” ungkapnya.

Neno menambahkan, gerakan 2019 ganti presiden ibarat perahu yang memiliki tujuan pulau baldatun thayyibatun warabbun ghafur, atau gemah ripah loh jinawi yang bersandar di dermaga 2019.

“Tujuan utama gerakan ini mencapai impian seluruh bangsa dan negara agar menjadi negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” pungkasnya.

Baca: Viral #2019GantiPresiden, Masyarakat Dinila Mulai Hilang Kepercayaan ke Jokowi

Sebelumnya, relawan yang menyuarakan gerakan ganti presiden meluncurkan video klip lagu #2019GantiPresiden bertempat di Cafe Cerita, Jakarta, pada Rabu (06/06/2018).

Pencipta lagu tersebut, John Sang Alang mengatakan, lagu #2019GantiPresiden terinspirasi dari apa yang dilihat dan dirasakannya dalam kehidupan masyarakat saat ini.

“Saya sangat merasakan susahnya rakyat sekarang ini,” ujarnya.

Ia menceritakan, lagu itu diselesaikannya hanya dalam waktu 4 jam. Padahal, terang Sang Alang, biasanya ia membuat satu lagu memakan waktu satu hingga dua pekan.

“Awalnya enggak diniatkan tidak mengedarkan lagu tersebut, hanya di-share ke teman dekat untuk minta penilaian dan telah berpesan untuk tidak disebarkan. Ternyata besoknya sudah viral. Sorenya banyak yang mengirim pesan ke saya termasuk soal kontroversi siapa penciptanya, ada yang sebut orang lain,” paparnya.

Baca: Ajakan Mudik Bareng #2019GantiPresiden, Ini Agendanya

Prosesnya sendiri, sambungnya, untuk rekaman dilakukan pada tanggal 30 Mei, adapun setting tempat dalam video klip itu (klik: https://www.youtube.com/watch?v=W5knhUePcCE) mengambil momen rekaman di studio musik dan tempat pembuangan sampah di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua MPR: Mosi Integral M Natsir Bukti Umat Islam Cinta NKRI

Ketua MPR: Mosi Integral M Natsir Bukti Umat Islam Cinta NKRI

Jusuf Kalla: Umat Islam Harus Hijrah Ekonomi agar Tidak Pincang

Jusuf Kalla: Umat Islam Harus Hijrah Ekonomi agar Tidak Pincang

universitas muhammadiyah malaysia

Sah! Muhammadiyah Punya Universitas di Malaysia

Panitia IBF: Bukan Kecolongan, Tapi Salah Komunikasi

Panitia IBF: Bukan Kecolongan, Tapi Salah Komunikasi

Politisi PKS Minta TR Penundaan Jilbab Polwan Ditinjau Ulang

Politisi PKS Minta TR Penundaan Jilbab Polwan Ditinjau Ulang

Baca Juga

Berita Lainnya