Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

‘Sejarah Negara Ini Berawal dari Semangat Ramadhan’

ist.
Anggota MPR RI Sutriyono saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar di Rumah Khidmat, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (05/06/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com-Bulan Ramadhan memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Perjalanan bangsa ini sebagai sebuah negara berdaulat berawal dari bulan Ramadhan.

Demikian dikatakan anggota MPR RI Sutriyono saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar di Rumah Khidmat, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, malam kemarin (05/06/2018).

“Nilai-nilai maknawi Ramadhan menjadi inspirasi sekaligus pembakar semangat para founding fathers bangsa kita untuk memerdekakan negeri ini 73 tahun lalu,” ujar Sutriyono dalam siaran persnya, Rabu (06/06/2018).

Ia menilai, nilai-nilai keagamaan sudah melekat pada jatidiri bangsa Indonesia dan tidak bisa dipisahkan dari negara sebagaimana sekulerisme yang terjadi pada negara-negara Barat.

Karena itu, lanjut dia, hubungan antara pemerintah dengan umat beragama dalam konteks bernegara ini harus terus harmonis dan jangan dikotori dengan sikap saling curiga.

“Sebab akhir-akhir ini ada nuansa yang mengganggu keharmonisan hubungan negara dan agama di negeri kita ini karena isu radikalisme, intoleransi, dan keberagaman. Ini tidak sehat. Ramadhan harus jadi momentum introspeksi bagi pemerintah juga masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut anggota Komisi II DPR RI ini menegaskan, bangsa Indonesia saat ini tengah berada dalam krisis kebangsaan dan kedaulatan yang belum selesai. Dia mencontohkan liberalisasi yang terjadi di sektor ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam.

“Jika bangsa ini ingin maju keluar dari krisis, belajarlah dari sunnah para pendiri bangsa ini bagaimana menjadikan Ramadhan sebagai momentum kemajuan dan kemerdekaan,” cetusnya.

Sosialisasi Empat Pilar merupakan program wajib setiap anggota MPR RI untuk disampaikan kepada masyarakat.

Empat Pilar terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program politik yang diinisiasi periode Ketua MPR RI Taufik Kiemas ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan nasionalisme warga negara Indonesia terhadap bangsa dan negaranya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Istilah Pemimpin Kafir yang Jujur Lebih Baik adalah Propaganda Berbahaya

Istilah Pemimpin Kafir yang Jujur Lebih Baik adalah Propaganda Berbahaya

Harumkan Indonesia, Qori asal Bima Juara MTQ Internasional di Turki

Harumkan Indonesia, Qori asal Bima Juara MTQ Internasional di Turki

Dr. Kurtubi: UU Migas Memungkinkan Perampokan yang Dilegalkan

Dr. Kurtubi: UU Migas Memungkinkan Perampokan yang Dilegalkan

Habib Rizieq: “FPI bukan Musuh Polisi dan Negara”

Habib Rizieq: “FPI bukan Musuh Polisi dan Negara”

FSLDK Ajak Umat Ikut Kawal Fatwa MUI

FSLDK Ajak Umat Ikut Kawal Fatwa MUI

Baca Juga

Berita Lainnya