Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pendeta Henderson Sembiring Bunuh Wanita Diduga di Toilet Gereja

Handover
Kasus pembunuhan Rosalia Siahaan seorang mahasiswi oleh seorang pendeta membuat geger warga Tanjung Morawa.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Salah seorang pendeta bernama Pdt Henderson Sembiring Kembaren membunuh seorang wanita yang juga anak angkatnya diduga di toilet Gereja Sidang Rohulkudus Indonesia (GSRI), Jl Kebun Sayur, desa Limau Manis, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (31/05/2018).

Informasi dihimpun hidayatullah.com, korban merupakan gadis berusia 21 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam gereja, kemarin sekitar pukul 10.30 WIB.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, korban bernama Rosalia Cici Maretini Boru Siahaan, warga desa Bangun Sari, Tanjung Morawa. Mahasiswa itu ditemukan tewas dengan luka pada leher akibat benda tajam dan di bagian belakang kepalanya.

Kepolisian menduga korban telah mengalami tindak pemerkosaan.

Pelaku yang tak lain merupakan ayah korban, diduga melakukan pembunuhan Rosalia sebelumnya dikabarkan melarikan diri. Rosalia atau yang akrab disapa Lin, sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di lantai dengan kondisi pinggang ke bawah tak menggunakan celana dan ditemukan sperma di jasadnya, Kamis (31/05/2018).

Menurut Tatan, hingga kini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Polisi pun sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Dari lokasi, petugas menyita satu unit sepeda motor, sebuah helm, sebatang kayu alu, sebilah pisau, serta pakaian punya korban.

“Untuk pelaku masih penyelidikan. Penyidik sedang mencari keberadaan terduga pelaku dari keterangan saksi-saksi yang diperoleh,” ujar Tatan kutip ROL, Jumat (01/05/2018).

Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan dalam rangka autopsi. “Apakah benar korban diperkosa, kita tunggu hasil dari visum dokter,” imbuh Tatan, Kamis.

Pendeta Henderson Sembiring. [Foto: Handover/Tribun Medan]

Kejadian itu diketahui warga yang curiga mendengar teriakan minta tolong dari dalam gereja. “Saya mendengar ada teriakan suara minta tolong gitu dari bagian belakang gereja. Tapi kami takut mendekat,” ungkap salah seorang saksi mata berinisial LP, Kamis.

Beberapa saat kemudian, saksi melihat seorang pendeta bernama Pendeta Henderson Sembiring keluar dan menggembok gerbang gereja. Dia pun sempat menyapa warga dan tersenyum.

“Sambil senyum, dia menyapa dan sempat bilang ke arah kami, ‘sebentar ya aku beli nasi dulu’. Ada juga tadi warga yang nanya ke dia, ‘tadi itu suara minta tolong siapa’, dia jawab itu ‘suara kucing’,” ujar LP.

Sejumlah warga yang curiga kemudian melompati pagar dan masuk ke dalam area gereja. Mereka lalu menemukan korban dalam keadaan bersimbah darah di belakang gereja.

Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke polisi. Tak berselang lama, petugas dari Polres Deli Serdang yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Diduga antara korban dan pelaku ada hubungan asmara. Pendeta Henderson selama ini menjadikan kedok anak angkat hanya untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan korban.

Setelah dilakukan pengejaran terhadap pelaku, Personel Polres Deliserdang dan Polda berhasil mengamankan Pendeta Henderson Sembiring Kembaren, warga dusun VI Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang di Harjosari Pancurbatu tanpa perlawanan.

Kabid Humas Polda Sumut membenarkan keberhasilan polisi menangkap pelaku.

“Setelah kami lakukan pengejaran, pelaku berhasil diamankan dan saat dilakukan interogasi pelaku mengakui perbuatannya dan diamankan ke Polres Deli Serdang,” ujarnya.

Untuk motif, sambung Tatan, pelaku emosi melihat korban yang mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada pelaku.

“Sebelumnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban sehingga pelaku emosi dan kehilangan kendali,” sambungnya kutip media lokal Tribun Medan.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Kominfo: Tidak Ada Surat Resmi Pengelola Situs Islam Terkait Normalisasi

Kominfo: Tidak Ada Surat Resmi Pengelola Situs Islam Terkait Normalisasi

Penutupan Dolly Jelang Ramadhan Dinilai Pas Bagi Pelacur

Penutupan Dolly Jelang Ramadhan Dinilai Pas Bagi Pelacur

Prof Din Minta Aparat Hindari Cara Represif Hadapi Demonstran

Prof Din Minta Aparat Hindari Cara Represif Hadapi Demonstran

Repatriasi Rohingya ke Myanmar, Harus Ada Garansi Keselamatan

Repatriasi Rohingya ke Myanmar, Harus Ada Garansi Keselamatan

FPI Dibubarkan, Ini Imbauan Mahfud MD ke Aparat Keamanan

FPI Dibubarkan, Ini Imbauan Mahfud MD ke Aparat Keamanan

Baca Juga

Berita Lainnya