Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

FAKTA: Iklan Rokok Pembodohan

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Reklame ajakan mewaspadai jebakan industri rokok di Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setiap tanggal 31 Mei masyarakat dunia memperingatinya sebagai Hari Tanpa Tembakau. Merespons itu, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, banyak kebodohan dan pembodohan pembenaran tentang rokok.

Ia mengatakan, sampai saat ini masih banyak saja orang yang merokok di sekitar kita. Para perokok itu juga selalu saja berdalih dengan berbagai alasan, seperti mengatakan orang tuanyalah atau kakeknya atau orang lain yang diketahuinya berumur panjang tapi tetap merokok.

“Kebodohan dan pembodohan pembenaran itulah yang menyebabkan terus bertumbuhnya angka perokok di Indonesia hingga menjadi bangsa perokok nomor 3 di dunia setelah China dan India,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/05/2018).

Baca: YLKI Desak Pemerintah Larang Total Iklan Rokok di Semua Media

Padahal, sambung Tigor, hasil riset menunjukan bahwa rokok di dalamnya mengandung setidaknya 4.000 zat racun berbahaya mematikan. Termasuk adanya tulisan dan gambar peringatan berbahaya rokok yang dituliskan dalam setiap kemasan rokok.

“Artinya pihak industri rokok dan pemerintah saja mengakui bahwa rokok atau produksinya itu mengandung zat berbahaya racun mematikan,” ungkapnya.

Tigor menyampaikan, pada satu sisi industri rokok dan pemerintah mengakui dan menuliskan bahwa rokok itu berbahaya dan mematikan, tetapi di sisi lain industri rokok terus berjuang untuk melemahkan upaya atau kampanye serta kebijakan pengendalian dampak penggunaan tembakau.

Juga terus mempengaruhi dan melemahkan kebijakan pengendalian dampak penggunaan tembakau melalui lobby pada pemerintah, politisi, dan tokoh publik.

“Ajakan atau iklan rokok adalah iklan pembodohan, kebohongan, dan penipuan secara terbuka untuk kematian. Hanya orang bodoh memang yang masih merokok karena akan mematikan diri sendiri serta orang di sekitarnya (perokok pasif),” tandasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ormas Islam Desak DPRA Sahkan Qanun Jinayat

Ormas Islam Desak DPRA Sahkan Qanun Jinayat

Ribuan Jamaah Resmikan Masjid Raya Sumbar

Ribuan Jamaah Resmikan Masjid Raya Sumbar

Musdah Mulia Setuju Larangan Burqa di Prancis

Musdah Mulia Setuju Larangan Burqa di Prancis

Tokoh Katolik Dan Ahmadiyah Hadiri Perayaan Asyuro Ijabi di Bandung

Tokoh Katolik Dan Ahmadiyah Hadiri Perayaan Asyuro Ijabi di Bandung

Din: Selesaikan Dulu Akar Radikalisme yaitu Ketidakadilan Ekonomi, Hukum, Politik, Sosial

Din: Selesaikan Dulu Akar Radikalisme yaitu Ketidakadilan Ekonomi, Hukum, Politik, Sosial

Baca Juga

Berita Lainnya