FPKS Refleksikan Kemerdekaan RI dalam Kalender Hijriyah 9 Ramadhan

"Ini menjadi berkah tersendiri bagi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan di hari paling mulia atau sayyidul ayyam (hari Jumat)."

Terkait

Hidayatullah.com– Fraksi PKS DPR RI kembali menggelar refleksi kemerdekaan RI dalam kalender Hijriyah (9 Ramadhan) dengan menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “TKA, Investasi, dan Kedaulatan Negara” pada hari ini, Kamis (24/05/2018).

Menurut Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, refleksi ini secara rutin digelar oleh Fraksinya untuk untuk semakin mengokohkan semangat nasionalisme khususnya di bulan suci Ramadhan.

“Proklamator kita membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan dan sedang berpuasa. Artinya ada spirit kemerdekaan dalam ibadah puasa Ramadhan. Itu yang penting kita refleksikan agar Ramadhan juga menjadi momentum kemerdekaan dan nasionalisme bangsa Indonesia,” kata Jazuli dalam siaran persnya.

Senada dengan Jazuli, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, yang merupakan inisiator refleksi ini, sekaligus memberi kata sambutan diskusi.

Ia mengatakan, kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan di bulan suci Ramadhan tepatnya tanggal 9 Ramadhan (bertepatan hari Jumat) dalam kondisi pendiri bangsa tetap menjalankan ibadah puasa, menandakan kuatnya spiritualitas proklamasi kemerdekaan.

“Ini menjadi berkah tersendiri bagi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan di hari paling mulia atau sayyidul ayyam (hari Jumat) dan bulan yang paling mulia atau sayyidus shuhur (bulan Ramadhan). Oleh karena itu tentu kita bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, harus menjaga berkah kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Bicara spirit kemerdekaan setelah 72 tahun merdeka, menurut Jazuli, tentu tak lepas dari upaya bersama untuk mewujudkan tujuan bernegara, yang jika dirangkum ada dua yaitu menghadirkan kesejahteraan rakyat dan menjaga kedaulatan bangsa.

“Untuk itu momen ini kita kaitkan dengan isu aktual yang menjadi perhatian dan meresahkan publik secara luas yaitu soal tenaga kerja asing (TKA), investasi, dan kedaulatan negara.

Tujuannya supaya  menjadi perhatian pemerintah bahwa kesejahteraan rakyat melalui pemenuhan lapangan kerja untuk rakyat harus lebih diutamakan daripada tenaga kerja asing betapapun kita perlu investasi,” terangnya.

Diskusi Publik Fraksi PKS ini dibuka oleh Wakil Ketua Fraksi Bidang Kesra Ansory Siregar dan Keynote Speaker oleh Wakil Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid.

Diskusi menghadirkan narasumber Adang Daradjatun (Anggota Komisi VI DPR RI dan Ketua Tim Investigasi TKA FPKS DPR RI), Maruli Apul Hasoloan (Dirjen Binapenta dan PKK, Kemenakertrans), Enny Sri Hartati (Direktur INDEF), dan Said Iqbal (Presiden KSPI).*

Rep: SKR

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !