Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketua MPR sebut Kemenag Blunder, Minta Daftar Muballigh Ditarik

Zainal/hidayatullah.com
Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) bersama Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di Rakornas Dakwah MUI yang berlangsung 8-10 Mei 2017 di Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua MPR RI Zulkifli Hasan turut angkat bicara menyikapi polemik dirilisnya daftar 200 muballigh oleh Kementerian Agama.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut Kemenag telah melakukan blunder atas langkah tersebut.

Baca: Menag Mohon Maaf kepada Muballigh yang Tak Nyaman Dirilis

“Nah itu Kementerian Agama blunder ya blunder besar,” ujarnya usai menghadiri buka puasa bareng masyarakat Jakarta Utara, di Jl Enim Raya, Tanjung Priok, Ahad (20/05/2018). Video pernyataan Zulkifli itu mem-viral hingga Senin (21/05/2018) dan turut di-Twit ulang oleh Zulkifli di akun terverifikasinya di Twitter, @ZUL_Hasan.

Zulkifli pun menyayangkan Kemenag yang merilis daftar 200 muballigh tersebut. Langkah itu dinilainya bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Baca: Ketum PBNU Kritik Kemenag Rekomendasikan 200 Muballigh

“Kita harusnya mempersatukan, bukan memecah belah. Jadi sini separuh diambil, separuh dipijak. Enggak boleh begitu. Itu memecah belah namanya,” ungkap Zulkifli dengan nada tegas.

Ia pun menyarankan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk menarik daftar 200 muballigh tersebut. “Tarik, itu blunder besar,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar Menag meminta maaf. “Cabut dan minta maaf,” tandasnya.*

Baca: Ketum PP Muhammadiyah Kritik ‘200 Muballigh Rekomendasi Kemenag’

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Komisi VIII: Bantuan Rp200 Ribu Per Keluarga, Diselewengkan Oknum Pejabat

Komisi VIII: Bantuan Rp200 Ribu Per Keluarga, Diselewengkan Oknum Pejabat

20 Tahun Reformasi, ICMI Hadirkan Anak Para Mantan Presiden

20 Tahun Reformasi, ICMI Hadirkan Anak Para Mantan Presiden

Seruan untuk Bertaubat, Menyatukan Hati, dan Membela Masjidil Aqsha

Seruan untuk Bertaubat, Menyatukan Hati, dan Membela Masjidil Aqsha

DPR: Pemerintah, Parlemen, dan Rakyat Harus Bersatu Bela Al-Quds

DPR: Pemerintah, Parlemen, dan Rakyat Harus Bersatu Bela Al-Quds

”Separatisme di Papua Haram!”

”Separatisme di Papua Haram!”

Baca Juga

Berita Lainnya