Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Fadli: Jangan Sampai Terorisme Menjadi Bagian dari Suatu Skenario

Sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di depan kompleks Mako Brimob, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelapa Dua, Depok, Rabu (09/05/2018) malam, di tengah-tengah proses negosiasi antara polisi dan narapidana yang menyandera seorang polisi saat kerusuhan di Mako Brimob.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan, aksi kekerasan dan serangan bom yang baru-baru ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia, harus dipelajari lebih dalam asal muasalnya. Sehingga, dengan mengetahui asal muasalnya, dapat diketahui motif dari tindakan tersebut, apakah skenario yang ingin memecah belah Indonesia atau bukan.

“Kita harus memeriksa dan melihat dari mana tindakan terorisme ini muncul. Belakangan ini kita melihat keadaan cukup kondusif dan damai, kita harus melihat dari mana asal-muasalnya. Jangan sampai ini menjadi bagian dari suatu skenario, yang bisa saja dari luar untuk memecah belah Indonesia. Sehingga ini harus dipelajari,” ujar Fadli di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/05/2018) lansir Parlementaria.

Ia mengatakan, semua tokoh dan lembaga yang menyangkut institusi agama Islam selalu mengajarkan kedamaian.

“Pada puncak kegiatan (Aksi) 212 pada tahun 2016 ada 7 juta orang yang berkumpul, tetapi tidak terjadi apa-apa. Padahal di situ kalau mau ada revolusi, dan rusuh, saya kira pemerintah tidak mampu mengatasi. Tetapi pada saat ini, kondisi damai malah tiba-tiba muncul terorisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia tidak ingin pemberantasan terorisme merugikan pihak tertentu seperti, kata dia, santri yang ingin ke pesantren, atau perempuan bercadar, yang kemudian harus selalu diperiksa. Sehingga akan tercipta islamophobia dan masyarakat akan saling curiga.

“Kita tidak ingin pemberantasan terorisme ini merugikan masyarakat. Jangan sampai nanti ada pelembagaan islamophobia, karena jika terjadi orang akan saling curiga dan akan menimbulkan keresahan,” papar politisi Partai Gerindra itu.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ganti UN, Kemdikbud Pakai Nilai Ujian Sekolah Tentukan Kelulusan

Ganti UN, Kemdikbud Pakai Nilai Ujian Sekolah Tentukan Kelulusan

ACTA: Sukmawati Melanggar Pasal 165 KUHP tentang Penistaan Agama

ACTA: Sukmawati Melanggar Pasal 165 KUHP tentang Penistaan Agama

Setiap Ahad Tak Lagi Takut Bincang Politik di Masjid

Setiap Ahad Tak Lagi Takut Bincang Politik di Masjid

Utang Semakin Banyak, Indonesia Mudah Disetir Asing

Utang Semakin Banyak, Indonesia Mudah Disetir Asing

BAZNAS Gandeng LAZ Ormas Salurkan Zakat

BAZNAS Gandeng LAZ Ormas Salurkan Zakat

Baca Juga

Berita Lainnya