Ahad, 24 Oktober 2021 / 17 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Terorisme dari Akarnya

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) jumpa pers bersama jajaran PP Muhammadiyah tentang kasus Ahok dan Aksi Bela Islam II, di Jakarta, Selasa (08/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam kepada umat Kristiani dan mereka yang menjadi korban serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (13/05/2018).

PP Muhammadiyah mengutuk keras mereka yang melakukan penyerangan, apapun motif dan agamanya.

Baca: Muhammadiyah Mengecam Peledakan Bom di Surabaya

“Membunuh manusia yang tidak berdosa adalah perbuatan keji dan kafir karena melawan ajaran agama dan bertentangan dengan kemanusiaan,” demikian siaran pers PP Muhammadiyah di Jakarta kepada hidayatullah.com, Ahad.

PP Muhammadiyah mendesak aparatur keamanan untuk mengusut tuntas aktor, provokator, dan aktor intelektual di balik pengeboman.

Baca: Pemuda Muhammadiyah Kembali Kritik Densus Tembak Mati Terduga Teroris

“Aparatur keamanan hendaknya tidak terburu-buru menyampaikan pernyataan publik sebelum melakukan penelitian komprehensif sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran,” sebutnya.

PP Muhammadiyah menyatakan, masyarakat hendaknya tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, yang disebarkan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca: MUI Jatim: Terorisme Bukan Ajaran Islam

Masyarakat hendaknya tidak berspekulasi dan mengaitkan pemboman dengan peristiwa politik dan kelompok agama tertentu agar situasi tetap kondusif dan harmonis.

PP Muhammadiyah pun mendesak Pemerintah untuk menyelesaikan masalah kekerasan dan terorisme dengan seksama, menyeluruh, dan berkesinambungan tidak parsial, karikatif, dan sporadis.

Baca: Temui Presiden di Istana, Muhammadiyah Ajak Jokowi Tangani Terorisme Tidak Dekonstruktif

Muhammadiyah menyatakan siap membantu dan bekerja sama dengan Pemerintah dan seluruh kekuatan bangsa untuk mencegah terorisme.

“Masalah terorisme harus diselesaikan dengan pendekatan semesta dan partisipatif. Pemerintah dan aparatur keamanan tidak bisa dan tidak seharusnya bekerja sendiri.

Masalah terorisme harus diselesaikan dari hulu dan akarnya, jika penyelesaian ini tidak dilakukan maka aksi terorisme oleh aktor lain di tempat berbeda hanya persoalan waktu saja,” pungkasnya.*

Baca: Presiden: Terorisme Tak Ada Kaitannya dengan Agama Apapun

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dompet Dhuafa Jawa Barat Beri Bantuan Ratusan Siswa Dhuafa

Dompet Dhuafa Jawa Barat Beri Bantuan Ratusan Siswa Dhuafa

IBF 2018, akan Hadir Penulis Internasional Syeikh Mahmud Al-Mishri

IBF 2018, akan Hadir Penulis Internasional Syeikh Mahmud Al-Mishri

tatap muka madrasah

Kehadiran Raja Salman ke DPR Bukti Islam Tak Anti Demokrasi

MUI Minta Polri Adil Tangani Kejahatan Siber

MUI Minta Polri Adil Tangani Kejahatan Siber

Lagi Berteduh, 4 Orang Disambar Petir, 2 Meninggal

Lagi Berteduh, 4 Orang Disambar Petir, 2 Meninggal

Baca Juga

Berita Lainnya