Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

‘Celaka Jika Tidak Mendapat Ampunan saat Ramadhan’

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com
Tradisi beristighfar dan berdoa untuk penghapusan dosa di Bulan Ramadhan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Majelis Dakwah Indonesia (Madina) Ustadz Oemar Mita menjelaskan, mengutip perkataan Syeikh Utsaimin, bahwa salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah sebagai waktu emas menghapus dosa.

Ia menyampaikan, meminta ampunan sesungguhnya dipengaruhi oleh keutamaan waktu. Dan sejatinya primetime penghapusan dosa tidak pernah didapatkan kecuali di bulan Ramadhan.

“Jadi, waktu yang tepat untuk diampuni dosa itu ya di bulan Ramadhan. Salah satu implikasi Ramadhan juga adalah semua dosa kita diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya pada tabligh akbar tarhib Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (06/05/2018).

Baca: Pentingnya Pahami Keutamaan Ramadhan

Karenanya, Oemar Mita melanjutkan, orang yang celaka itu justru adalah yang tidak dapat pengampunan di bulan Ramadhan.

Pengajar Ma’had IT Syameela ini menceritakan, dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah di Masjid Nabawi mengatakan “Amiin” sebanyak tiga kali. Lalu para sahabat yang ada di sampingnya heran dan menanyakan apa yang diaminkan oleh Rasul.

Kemudian Nabi menjawab, yang diaminkan adalah doa malaikat Jibril. Kemudian Sahabat bertanya lagi, apa doa yang diucapkan malaikat Jibril.

Baca: Gambaran Menawan Bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan

Nabi menjelaskan, malaikat Jibril mendoakan celaka bagi siapa yang memiliki 3 sifat. Salah satunya adalah mereka yang diberi kesempatan menjumpai Ramadhan tapi ketika Ramadhan selesai dia tidak diampuni dosanya oleh Allah.

“Ini ngapain saja, sampai-sampai di bulan Ramadhan tidak diampuni oleh Allah,” ungkapnya.

Oemar Mita memaparkan, hal itu merupakan suatu kecelakaan besar karena pada saat Ramadhan atmosfer ketaatan Allah hadirkan.

“Sampai setanpun malas dan enggan menggoda manusia di bulan Ramadhan. Makanya Nabi mengatakan setan dibelenggu di bulan Ramadhan,” terangnya.

Baca: Siap dan Bahagia Sambut Ramadhan

Ia menjelaskan, para ahlul ilmi menyebut yang dimaksud dibelenggu adalah para setan betul-betul dikerangkeng. Tetapi ada juga yang mengatakan maksudnya adalah setan malas menggoda manusia karena pada bulan Ramadhan manusia sedang dalam atmosfer ketaatan.

“Kalau sudah demikian Allah hadirkan semua komponen untuk mendukung ketaatan, tapi tidak mendapat ampunan, maka di bulan mana lagi akan khusuk beribadah kepada Allah,” pungkasnya.*

Baca: Sambut Ramadhan, 4.400 Paket Dibagikan untuk Suku Anak Dalam, Mualaf, dan Janda

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Bedah Tuntas ‘Paham Pluralisme Agama’

Bedah Tuntas ‘Paham Pluralisme Agama’

Pendeta: Kehadiran Rokok Bisa Hancurkan Kaderisasi Bangsa

Pendeta: Kehadiran Rokok Bisa Hancurkan Kaderisasi Bangsa

Sekolah tatap muka guru

Guru dan Tenaga Didik Sudah Divaksinasi Covid-19, Kemendikbud: Sekolah Tatap Muka Sudah Bisa Dimulai

KPU: 54 Petugas Pemilu Meninggal karena Kelelahan & Kecelakaan

KPU: 54 Petugas Pemilu Meninggal karena Kelelahan & Kecelakaan

Umat Islam Harus Berani Lakukan Lompatan, Tak Perlu Lagi Minder Barat

Umat Islam Harus Berani Lakukan Lompatan, Tak Perlu Lagi Minder Barat

Baca Juga

Berita Lainnya