Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Nasional

Pertama di Lapas Indonesia, Hapus Tato Napi Gratis akan Berkelanjutan

Muh. Abdus Syakur
Suasana penghapusan tato secara gratis bagi warga binaan (narapidana) di LP Kembangkuning Nusakambangan, Jawa Tengah, digelar pada Rabu-Kamis (02-03/05/2018) oleh IMS bekerja sama dengan MTT dan Pertamina UP IV.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Program hapus tato gratis bagi para warga binaan (narapidana/napi) di lembaga pemasyarakatan (lapas/LP) yang diprakarsasi Majelis Ta’lim Telkomsel-Islamic Medical Service (MTT-IMS) akan berkelanjutan.

Sebelumnya, untuk pertama kalinya di Indonesia, program tersebut digelar di LP Kembangkuning, Nusakambangan, Jawa Tengah, ungkap pembina kerohanian di Nusakambangan, Ustadz Hasan Makarim.

Baca: Pertamina-MTT-IMS Gelar Hapus Tato Gratis Napi Nusakambangan

“Kita memulai yang pertama di Indonesia adalah di Lapas (Kembangkuning) ini,” ujar Hasan di sela-sela kegiatan tersebut, Rabu, yang berlangsung hingga Kamis (04/05/2018). “Insya Allah akan ada kelanjutan (program itu),” tambah Ketua Umum Yayasan Islamic Center Cilacap ini.

Kepala Lapas Kelas IIA Kembangkuning, Sudiro, menyambut baik program tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama berbagai pihak yang menggelar hapus tato gratis tersebut.

Sementara itu, para napi peserta hapus tato juga berharap agar kegiatan tersebut berkelanjutan, terutama di LP Kembangkuning.

Baca: Tiga Mualaf Ikut Hapus Tato, 1 Orang Bersyahadat di Tempat Acara

Bagi napi, menghapus tato merupakan salah satu bukti tekad mereka untuk berhijrah, menjadi insan yang lebih baik lagi, sekaligus “menghapus” masa lalu mereka yang kelam.

“Mudah-mudahan (program itu) bisa berlangsung berkelanjutan,” ujar Tjong, warga binaan setempat yang juga seorang mualaf, ditemui di sela-sela petugas menghapus tatonya, Rabu.

Warga binaan lainnnya, Romanus asal Maluku, yang turut serta dihapus tatonya, mengaku berminat ikut program tersebut karena ingin memperbaiki diri. “Saya mau berubah, mau jadi orang baik,” ujar penganut Katolik ini.

Memang, program hapus tato yang disponsori Pertamina UP IV Cilacap tersebut selain diikuti napi beragama Islam, juga diikuti sejumlah napi non-Muslim.

Baca: Layanan Hapus Tato IMS Diminati Ditjenpas Kemenkumham

Proses penghapusan tato tersebut menggunakan sinar laser yang ditembakkan ke kulit bertato dengan sejumlah alat khusus yang dibawa dari Jakarta.

Menurut Direktur IMS Imron Faizin, untuk lebih memudahkan program ini, diharapkan alat-alat tersebut juga tersedia di berbagai wilayah di Indonesia. Dimana ditargetkan program hapus tato tak hanya menyasar masyarakat di Pulau Jawa.

Selain di Jawa Tengah, dalam tur Mei 2018, MTT-IMS juga menggelar penghapusan tato gratis di sejumlah daerah di Jawa Timur.*

Baca: IMS Tur Hapus Tato Gratis di Nusakambangan, Cilacap, dan Jawa Timur

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

ACT Berkomitmen Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

ACT Berkomitmen Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

Adhyaksa: Dana Pramuka Era SBY Rp 45 M, Era Jokowi Cuma Rp 10 M Ditunda Lagi

Adhyaksa: Dana Pramuka Era SBY Rp 45 M, Era Jokowi Cuma Rp 10 M Ditunda Lagi

Daarul Qur’an Luncurkan Asuransi Bagi Guru Ngaji

Daarul Qur’an Luncurkan Asuransi Bagi Guru Ngaji

IPNU desak Pemkab Bekasi Implementasikan Perda Miras

IPNU desak Pemkab Bekasi Implementasikan Perda Miras

FPI: HRS Istirahat, Tidak Gelar Kegiatan yang Berdampak Penumpukan Massa

FPI: HRS Istirahat, Tidak Gelar Kegiatan yang Berdampak Penumpukan Massa

Baca Juga

Berita Lainnya