Pesan Ustadz Somad dari Australia: Segala Kenikmatan Dunia ‘Hanyalah ‘Setetes

Jadi, kalau seseorang mendapatkan yang "satu tetes" tersebut, jangan sombong. Pun kalau tidak dapat dunia, jangan juga sedih. Karena yang tidak didapat itu juga baru "satu tetes".

Pesan Ustadz Somad dari Australia: Segala Kenikmatan Dunia ‘Hanyalah ‘Setetes
zulkarnain/hidayatullah.com
Ustadz Abdul Somad (UAS) berceramah di depan jamaah.

Terkait

Hidayatullah.com– Bulan Ramadhan tak lama lagi. Di bulan Sya’ban 1439 H ini, umat Islam sebagaimana biasa mulai mempersiapkan diri menghadapi bulan suci tersebut.

Salah satu persiapan menyambut Ramadhan adalah sikap jiwa seorang Muslim dalam memandang kehidupan dunia dan segala kenikmatannya.

Meskipun tak menyinggung Ramadhan, namun nasihat akan perlunya seorang Muslim memandang dunia ini dengan pandangan yang tepat disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dai kondang asal Pekanbaru, Riau, ini, menyampaikan nasihat itu dari Canberra, Australia, dalam kunjungannya ke sana, Rabu (25/04/2018) bertepatan 9 Sya’ban 1439 H.

“Dunia ini bukan negeri tujuanmu, sampai masanya engkau akan pergi meninggalkannya. Berpikirlah apa yang telah engkau siapkan menghadap Allah Ta’ala,” tulis UAS melalui akun Instagram resminya, @ustadzabdulsomad, seraya mengunggah video pendek nasihatnya.

Ia mengatakan:

“Beginilah hidup, ada petang, ada malam, ada pagi, ada siang, terus berputar. Perjalanan panjang kita awali tadi dari sana jauh, kita berhenti sejenak, menghirup napas panjang, menyusun energi kekuatan.

Apa kata Nabi: ‘Kun fid dunya ka annaka ghoriib. Jadilah engkau di dunia ini seperti orang yang merantau.’

Ini bukan negerimu, ini hanya tempat engkau lalu saja. Nanti sampai masanya engkau akan berakhir. Pikir apa yang sudah kau siapkan untuk negeri yang kekal abadi itu (akhirat, Red).”

Dalam video sehari sebelumnya, UAS berpesan bahwa perumpanaan dunia dibandingkan dengan akhirat itu seperti setetes air.

“Celupkan ujung jarimu ke dalam danau yang luas, lalu lihat, satu tetes (yang tersisa di ujung jari) itulah dunia. Yang luas (danau) ini, itulah akhirat,” ujar UAS menganalogikan setelah mencelupkan ujung telunjuknya ke Danau Burley Griffin, Canberra.

Jadi, kata UAS, kalau seseorang mendapatkan yang “satu tetes” tersebut, jangan sombong. Pun kalau tidak dapat dunia, jangan juga sedih. Karena yang tidak didapat itu juga baru “satu tetes”. Dunia dan segala kenikmatannya hanyalah “satu tetes” dibandingkan akhirat.

“Dunia ini kita pandang seperti hanya satu tetes saja. Kita dapat, jangan sombong. Tidak dapat,  jangan sedih,” pesannya.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !