Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Masyarakat dan Pemerintah Aceh Sambut Positif Pengungsi Rohingya di Bireuen

KBRN
Dari 76 orang migran Rohingya terdampar di Aceh, April 2018, sebanyak 43 orang laki-laki dan 25 orang perempuan. Di antaranya terdapat 8 anak di bawah umur.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Masyarakat Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen dan Pemkab Bireuen menyambut positif kedatangan pengungsi etnis Muslim Rohingya yang terdampar di Pantai Kuala Raja, Kapubaten Bireuen, Jumat (20/04/2018) siang.

Wakil Bupati Bireuen Muzakkar Gani mengatakan, setelah ditemukan di pantai tersebut, sebanyak 76 pengungsi Rohingya itu dievakuasi dan ditempatkan di ruang kegiatan belajar di Bireuen.

“Kita sudah tempatkan di sana, kita sudah fasilitasi, (kasih) makanan, obat-obatan, dan pakaian,” ujar Muzakkar saat dihubungi hidayatullah.com melalui sambungan telepon, Sabtu (21/04/2018).

Baca: Bupati Bireuen: Pengungsi Rohingya Datangi Aceh setelah Ditolak Thailand

Selain itu, pihak Pemkab Bireuen pun telah melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi setempat terkait keberadaan para pengungsi Rohingya itu. “Kita sudah mendata semuanya 76 orang itu,” imbuhnya.

Di antara mereka, terdapat 8 orang anak. Sejumlah pengungsi didapati menderita penyakit ISPA dan diberikan perawatan medis. Ia mengaku pihak Pemkab Bireuen sudah maksimal menangani para pengungsi tersebut.

Wabup mengatakan, pada Sabtu pagi bantuan dari Gubernur Aceh juga sudah datang antara lain berupa makanan dan kebutuhan sandang.

“Sejauh ini kita koordinasi dengan Muspida, Kapolres, Dandim, dan lain semuanya,” ujar Muzakkar.

Baca: 76 Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh, 7 Orang Harus Dirawat

Ia menuturkan, masyarakat Pantai Kuala Raja setelah kedatangan para pengungsi tersebut, sudah paham jika yang datang adalah migran. Mereka pun memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya.

“Mereka fasilitasilah (para pengungsi oleh) masyarakat di sana, memberi makanan dan lain semuanya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, masyarakat Aceh tersebut menyambut para pengungsi itu sebagai orang-orang yang teraniaya dan tertindas.

“Sebagai orang Aceh, mereka sambut (para pengungsi),” imbuhnya. “Setelah itu mereka serahkan kepada pemerintah bagaimana penyelesaiannya.”*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Habis HTI Dibubarkan, Sejumlah Ormas Lain Tengah Dikaji oleh Pemerintah

Habis HTI Dibubarkan, Sejumlah Ormas Lain Tengah Dikaji oleh Pemerintah

Banjir Konawe, Menteri LHK: Ada Indikasi Ekses Perizinan Kawasan Hutan

Banjir Konawe, Menteri LHK: Ada Indikasi Ekses Perizinan Kawasan Hutan

Australia Bidik Pasar Halal Indonesia

Australia Bidik Pasar Halal Indonesia

Perhimpunan Donatur GNPF-MUI: Kami Menyumbang Karena Membela Al-Qur’an

Perhimpunan Donatur GNPF-MUI: Kami Menyumbang Karena Membela Al-Qur’an

Inilah Pemenang Bandung Sharia Award 2014

Inilah Pemenang Bandung Sharia Award 2014

Baca Juga

Berita Lainnya