Pakar Pidana: Sia-sia Bawa Pernyataan Amien Rais ke Ranah Hukum

Pernyataan Amien Rais tentang hizbusy syaithan (partai setan) dan hizbullah (partai Allah) dinilai pendapat dan persepsi dari sudut pandangnya tentang keadaan kepartaian di Indonesia.

Pakar Pidana: Sia-sia Bawa Pernyataan Amien Rais ke Ranah Hukum
zulkarnain/hidayatullah.com
Amien Rais berorasi dalam aksi bela Rohingya 169 di Jakarta, Sabtu (16/09/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Tausiyah Amien Rais di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat pagi (13/04/2018) menuai kontroversi.

Pasalnya ia meminta kepada jamaah “harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan.”

Baca: Berkedok Partai, Pemimpinnya Ngaku “Wujud Allah”

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai pernyataan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tentang hizbusy syaithan (partai setan) dan hizbullah (partai Allah) adalah pendapat dan persepsi dari sudut pandangnya tentang keadaan kepartaian di Indonesia.

Siapapun, kata Fickar, bebas membuat analisa dan pendapat tentang apapun termasuk tentang kepartaian.

Dalam konteks kebebasan berpendapat dan berekspresi, terangnya, siapapun bebas mengeluarkan pendapat, analisa, dan pernyataan.

“Ini termasuk HAM yang harus dihargai,” tegasnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Selasa (17/04/2018). Tapi tetap ada koridornya, yakni sepanjang tidak melanggar HAM orang lain.

Baca: Amien Rais Ajak Pemerintah Lakukan Islah

Sementara dalam perspektif pasal 156 KUHP -yang sering disebut pasal hate speach/ujaran kebencian, lanjut Fickar, sepanjang tidak menyebut identifikasi siapa yang termasuk ‘partai setan’ dan siapa ‘partai Allah’, maka akan sulit membuktikan unsur perasaan permusuhan, kebencian, atau merendahkan.

“Karena itu akan sia-sia membawa kasus ini ke pengadilan (ranah hukum) karena akan menemui kesulitan mengingat KUHP sendiri tidak mendeskripsikan secara jelas mengenai unsur ini,” kata dia.* Andi

Baca: Agar Beretika dan Bermoral, Partai Politik Disarankan Contoh Masyumi

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !