Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Nasional

Pilkada 2018, Komisi III Ingatkan Netralitas Polisi, Jaksa, dan Hakim

rifa'i fadhly/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Pilkada DKI Jakarta
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pilkada Serentak yang akan digelar di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota pada 27 Juni 2018 mendatang, menjadi salah satu persoalan yang dibahas pada Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI ke Provinsi Sumatera Utara.

Kesuksesan perhelatan pesta demokrasi ini tentunya tidak lepas dari peran serta Polri, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung yang merupakan mitra kerja Komisi III DPR RI.

“Kunjungan Kerja ke Sumatera Utara ini didasari pada hal-hal yang berkaitan dengan laporan dan keluhan tentang netralitas aparat dalam Pilkada Serentak, ada kekhawatiran kecenderungan aparat Polri yang berpihak pada satu pasangan Pilkada tertentu,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Mulfachri Harahap, saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI ke Mapolda Sumatera Utara, kemarin lansir Parlementaria, Jumat (13/04/2018).

Baca: PSHTN FHUI: Plt Gubernur dari Polri Bertentangan dengan UU Pilkada

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengimbau seluruh aparat, tidak hanya polisi, termasuk jaksa dan hakim, untuk bersikap netral.

Ia mengatakan, netralitas ini penting, supaya Pilkada Serentak ini bisa berlangsung sesuai dengan asasnya. Sehingga dapat terus menjamin upaya-upaya seluruh pihak dalam membangun demokrasi Indonesia yang lebih baik ke depan.

“Permasalahan Pilkada Serentak setiap daerah sebenarnya tidak akan jauh berbeda. Misalnya soal netralitas aparatur negara, efektivitas penegakan hukum, penyelesaian sengketa pilkada, pelanggaran kampanye seperti politik uang, isu SARA, hoax, dan kampanye hitam. Semua persoalan ini perlu segera diantisipasi dan dicari resep penyelesaiannya,” imbuh Mulfachri.

Baca: ‘Petinggi Polri Jadi Plt Gubernur Harus Dibatalkan’

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan, Pilkada Serentak ini akan menjadi perhatian nasional.

“Semua aparat harus tidak berpihak terhadap salah satu calon mana pun, ini menjadi early warning dari Komisi III kepada semua pihak seperti KPU, Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk terus berupaya mengantarkan Pilkada yang jujur bersih dan adil,” ujar Aboe Bakar.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini memberikan apresiasi kepada Polri, terhadap sosialisasi netralitas Polri yang telah dilakukan. Hal itu menurutnya tercermin dengan adanya Pedoman Netralitas Polri dalam Pilkada 2018, yang telah diatur oleh Kadiv Propam Polri.

“Pedoman netralitas ini telah disosialisasikan dengan baik, dan lebih penting dari itu, harus dilaksanakan dengan konsekuen,” imbuhnya.*

Baca: Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Arab Saudi Serukan Pilkada Damai

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sidang Isbat Awal Ramadlan Dilakukan Tertutup

Sidang Isbat Awal Ramadlan Dilakukan Tertutup

Pertunjukan Lumba-lumba Keliling Dilarang, Ada Ancaman Sanksi

Pertunjukan Lumba-lumba Keliling Dilarang, Ada Ancaman Sanksi

Soal Tuduhan Pencucian Uang, Din Syamsudin: Polri Melampaui Batas

Soal Tuduhan Pencucian Uang, Din Syamsudin: Polri Melampaui Batas

Siomay Babi Dijual di Mall, Umat Islam Diminta Hati-hati

Siomay Babi Dijual di Mall, Umat Islam Diminta Hati-hati

Solo Miliki Satgas Muda Anti Rokok

Solo Miliki Satgas Muda Anti Rokok

Baca Juga

Berita Lainnya