Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Ketum PBNU: Martabat Sebuah Bangsa adalah Budayanya

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/10/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku, NU tidak hanya menjaga keselamatan dan keutuhan geografi atau wilayah negara Indonesia, tapi juga keselamatan budayanya.

Ia pun berpesan bahwa jika belajar ke Barat, maka pulang ke Indonesia jangan membawa budaya Barat seperti menenggak minuman keras (miras).

Baca: Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Ahok akan Budaya Santun Bangsa Indonesia

“Saya sering katakan, silakan sekolah kuliah di Amerika, Australia, Eropa, tapi pulang jangan bawa khamr. Pulang jangan bawa tradisi sarapan minum khamr. Tetap nasi goreng sarapannya. Pulang dari Amerika, Australia bawa ilmunya, bawa teknologinya. Jangan bawa sarapan bir,” tegasnya.

Untuk apa menjaga geografi, kata Said, kalau budayanya telah hancur.

Ia mengungkapkan, martabat sebuah bangsa adalah budayanya. Kalau budayanya hancur, maka bangsa tidak ada lagi artinya.* Andi

Baca: Perkembangan Peradaban Bangsa Berkaitan Dengan Tingkat Budaya Baca

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Santri Garut Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah

Santri Garut Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah

Pengakses Internet Umur 15-19 Tahun

Pengakses Internet Umur 15-19 Tahun

Amien Rais: Bangsa Kita Jadi Jongos di Negeri Sendiri

Amien Rais: Bangsa Kita Jadi Jongos di Negeri Sendiri

Menag Ingatkan Bahaya Informasi Yang Salah

Menag Ingatkan Bahaya Informasi Yang Salah

Tersangka Pembakar ‘Bendera Tauhid’ Tidak Ditahan

Tersangka Pembakar ‘Bendera Tauhid’ Tidak Ditahan

Baca Juga

Berita Lainnya