Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PKS Ungkap 4 Penyakit Akut Demokrasi Selama ini

Zulkarnain/hidayatullah.com
Presiden PKS, Mohammad Sohibul Iman,dalam 'Aksi Bela Palestina' di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (10/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Partai Keadilan  Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengatakan, demokrasi yang telah dibangun setelah reformasi dan lebih jauh lagi setelah kemerdekaan, masih lebih banyak bersifat prosedural.

“Tapi yang kita inginkan demokrasi substansial, bukan demokrasi prosedural. Substansialnya ini yang perlu kita perkuat,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri Halaqah Kebangsaan di Aula PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/04/2018).

Sohibul menerangkan, setidaknya ada empat penyakit akut demokrasi selama ini.

Baca: UU MD3 Berlaku Dinilai Kemunduran Demokrasi

Pertama, katanya, high cost demokrasi atau demokrasi yang mahal. Hal itu mengakibatkan orang yang punya integritas dan kapasitas tidak bisa ikut dalam kontestasi demokrasi kalau tidak punya “isi tas”.

Kedua, sambung Sohibul, terkait dengan munculnya oligarki. Karena ongkos politik yang mahal, maka ada pihak-pihak yang membiayai.

“Sehingga mereka ini ada yang mengendalikan proses politik,” jelasnya.

Baca: RKUHP, Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Kemunduran Demokrasi

Kemudian, lanjut Sohibul, terjadi interlocking politic atau politik yang saling mengunci.

“Sudah masuk ke dalam oligarki, tentu akan mengunci. Itu terjadi,” ungkapnya.

Terakhir, paparnya, politik yang ramai tapi tidak memberi dampak apa-apa terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca: PKS Kritisi Proses Berdemokrasi di Indonesia

“Kita sekarang bonus demografi. Negara lain kalau bonus demografi biasanya pertumbuhannya di atas 7 persen. Kita bantet 5 persen, artinya proses politik kita sibuk tapi tidak berefek,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Desak Komjak Panggil dan Periksa JPU

Pemuda Muhammadiyah Desak Komjak Panggil dan Periksa JPU

BWI Luncurkan Buku “Pedoman Akuntansi Wakaf”

BWI Luncurkan Buku “Pedoman Akuntansi Wakaf”

Kak Seto LPAI Menaruh Perhatian Terhadap Anak-anak Keluarga Habib Rizieq

Kak Seto LPAI Menaruh Perhatian Terhadap Anak-anak Keluarga Habib Rizieq

Hukuman Cambuk Bagi Penjual Nasi Siang Hari

Hukuman Cambuk Bagi Penjual Nasi Siang Hari

Non-Muslim Minta Dialog Harus Dilakukan Terus-menerus

Non-Muslim Minta Dialog Harus Dilakukan Terus-menerus

Baca Juga

Berita Lainnya