Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Keteladanan Natsir yang Patut Dicontoh Politisi

andi/hidayatullah.com
Mantan Sekretaris Mohammad Natsir, Lukman Hakiem, di Gedung DDII, Jakarta, Selasa (10/04/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Mantan Sekretaris Mohammad Natsir, Lukman Hakiem, menilai sosok Natsir sudah melampaui seorang politisi, melainkan seorang negarawan.

Natsir, kata dia, sudah tidak memikirkan kepentingan pribadi lagi. Yang dipikirkannya adalah kepentingan masyarakat dan umat.

Contohnya, tutur Lukman, ketika hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memasukkan Irian Barat ke wilayah Indonesia, Natsir tidak mau. Dibujuk Soekarno masuk kabinet pun, ia tidak mau. Karena baginya, Irian Barat itu wilyah yang penting.

Baca: Dibandingkan Natsir, Sejarawan Akui Banyak Politisi Sekarang Miskin Gagasan

“Padahal tawarannya jadi menteri loh, tapi Pak Natsir memilih berdiri di luar, membantu dari luar. Jadi bukan kepentingan pribadi,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai seminar Mosi Integral Natsir di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Selain tidak memikirkan kepentingan pribadi, kata Lukman, Natsir adalah seorang yang punya visi jauh ke depan. Itu dibuktikannya dengan merumuskan mosi integral yang bisa diterima semua kalangan.

Baca: Anggota DPR: Para Politisi Harus Mencontoh Mohammad Natsir

“Bayangkan seorang Presiden Indonesia Timur sampai mau berhenti untuk bergabung ke RI. Kalau bukan Natsir yang bujuk, belum tentu bisa,” ucapnya.

Bacaan Natsir juga luas, kata Lukman. Natsir adalah seorang pembaca dan penulis. Sehingga gagasannya banyak.

“Kebanyakan politisi sekarang itu tiba saat tiba akal. Ketika ditanya langsung jawab. Spontan-spontan dan enggak mendalam,” kritik mantan anggota DPR ini.

Baca: Politisi Islam, Belajarlah pada Kesederhanaan Natsir

Kemudian, yang patut dicontoh dari Natsir, kata Lukman adalah sifat kesederhanaannya.

Pernah Lukman melihat Natsir di gedung DDII mengenakan baju koko putih yang ada noda tintanya.

“Tapi beliau enggak merasa martabatnya jatuh dan kita enggak kurang hormat,” pungkasnya.* Andi

Baca: Sejarawan UI: Pemimpin Seperti M Natsir Makin Langka

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Kasus Viktor dan Novel, Pengamat: Polisi Cenderung Ambivalen

Soal Kasus Viktor dan Novel, Pengamat: Polisi Cenderung Ambivalen

Remaja Masjid Jakarta Dukung Tayangan Khasanah Trans 7

Remaja Masjid Jakarta Dukung Tayangan Khasanah Trans 7

Adhyaksa Menilai Kejahatan Anak Sebagai Extraordinary Crime

Adhyaksa Menilai Kejahatan Anak Sebagai Extraordinary Crime

HRS dan Pengacaranya Enggan Bacakan Eksepsi di Sidang Online, Minta Dihadirkan Langsung

HRS dan Pengacaranya Enggan Bacakan Eksepsi di Sidang Online, Minta Dihadirkan Langsung

Pendeta Penghina Nabi Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim Diapresiasi

Pendeta Penghina Nabi Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim Diapresiasi

Baca Juga

Berita Lainnya