Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Kesaksian Wartawan yang Meliput Perang Suriah

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Diskusi bertema 'Tujuh Tahun Konflik Suriah' gelaran Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Hotel Gren Alia, Jakarta, Sabtu (07/04/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang juga koresponden Kantor Berita Turki Anadolu Agency di Indonesia Muhammad Pizaro mengatakan, saat mengunjungi Suriah tahun 2013 lalu banyak menemukan fakta di lapangan yang seringkali menjadi propaganda di media.

Ia menjelaskan, saat itu JITU mengirimkan wartawan untuk menjawab kebingungan di tengah publik apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.

Pizaro bercerita, selama 5 hari di Suriah, ia tidak mandi, karena tidak ada air dan listrik. “Gelap total,” ujarnya dalam diskusi bertema ‘Tujuh Tahun Konflik Suriah’ di Hotel Gren Alia, Jakarta, Sabtu (07/04/2018).

Baca: Wartawan TV Hungaria yang Jegal Pengungsi Suriah Dihukum

Selain itu, tambahnya, ketika berada di sana ia seringkali mendengar bom. Pizaro menuturkan, suatu waktu saat sedang wawancara dengan penduduk setempat, jatuh bom sekitar 50 meter dari tempatnya berada.

“Belum pernah dengar petasan di Indonesia sebesar itu. Padahal itu katanya adalah bom skala kecil. Saya terkejut sampai loncat dari tempat duduk, tapi warga Suriah yang sedang saya wawancarai itu biasa saja, tidak beranjak sama sekali,” imbuhnya.

Pizaro melanjutkan, ia juga sempat diperlihatkan beberapa selongsong peluru-peluru yang ditemukan yang digunakan untuk menyerang warga sipil dengan dalih menyerang Mujahidin.

Bahkan, peluru bekas itu digunakan untuk pot bunga atau mainan anak-anak.

“Tapi selalu mengelak bahwa peluru-peluru itu milik rezim, menuding itu milik pemberontak (Mujahidin, Red). Fakta di lapangan yang saya temukan warga sipil tidak memiliki apa-apa, oposisi juga tidak memiliki senjata canggih, karena itu datangnya dari udara,” tandasnya.

Baca: Wartawan Freelance Suriah: Sedikit Uang, Lebih Banyak Bahaya

Pizaro mengungkapkan, kesepatakan genjatan senjata sendiri banyak dilanggar rezim, dan serangan kepada rakyat sipil atau oposisi tetap terjadi.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

“Jika Setiap Mengkritik Pejabat Harus Dipolisikan, Negeri Seperti Apa yang Diinginkan?”

“Jika Setiap Mengkritik Pejabat Harus Dipolisikan, Negeri Seperti Apa yang Diinginkan?”

KPAI Dukung Pembahasan Hak Asuh Anak di Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI

KPAI Dukung Pembahasan Hak Asuh Anak di Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI

MUI Pusat Mengaku Belum Temukan Media Islam Yang Ajak Pada Tindakan Radikalisme

MUI Pusat Mengaku Belum Temukan Media Islam Yang Ajak Pada Tindakan Radikalisme

Muktamar ke-7 DMI, “Mantapkan Akselerasi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”

Muktamar ke-7 DMI, “Mantapkan Akselerasi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”

Penggunaan Vaksin Masih Tunggu Izin BPOM dan Kajian Halal MUI, Tapi Sudah Didistribusikan ke Daerah-daerah

Penggunaan Vaksin Masih Tunggu Izin BPOM dan Kajian Halal MUI, Tapi Sudah Didistribusikan ke Daerah-daerah

Baca Juga

Berita Lainnya